Sastra

Kreativitas Menyimpang

Oleh: Ickur
(Pembina URC DOB)

Seorang Driver Ojol terlihat pasrah duduk malas di pangkalan Ojol. Yang disebut pangkalan adalah teras sebuah Mart besar yang diisi sekitar delapan kursi dan dua meja. Sebenarnya tidak pernah ada kesepakatan antara para driver ojol dengan pihak Mart untuk menjadikan terasnya sebagai pangkalan, semua terjadi secara alami.

Si Driver agak jengkel setelah mendengar kawan-kawannya membahas isu kenaikan BBM, jengkel karena pendapatan ojol sekali order tetap stagnan, tidak mengiringi kenaikan harga BBM.

“”Gak ada urusan dengan harga BBM dunia, Pemerintah harus nengok ke bawah, jangan cuma PNS yang disejahterakan” kata Pak De, Driver Ojol yang paling senior di pangkalan itu

Si Heru menimpali “ini akibat orang-orang kaya yang mengambil jatah subsidi BBM, imbasnya kita lagi yang kena. Mereka tetap gak terpengaruh dengan kenaikan harga”.

Terkait

“Iya, padahal mereka bermobil loh, tapi ikut-ikutan ngantri pertalite”. Kata zenal, Driver yang paling sok pintar.

Si Driver Ojol yang terduduk malas semakin jengkel mendengar diskusi kawan-kawannya, pasalnya orderan pertama yang ditunggu-tunggunya belum masuk, aplikasi ojolnya masih membisu,

“anyep banget hari ini” desisnya.

Menunggu memang pekerjaan paling membosankan se-dunia. Padahal belum lagi tiga puluh menit Ia aktifkan aplikasi Ojolnya, yang Ia rasakan sudah berjam-jam. Itulah efek menunggu dengan penuh harap, yang terasa pasti sangat lama.

HPnya kemudia berbunyi, tapi bunyi notifikasi WA, bukan Orderan Ojol. Ada pesan gambar yang Ia terima. Langsung saja di-klik-nya gambar itu, ternyata gambar segopok uang lima puluh ribu-an. Menyusul pesan yang masuk “ini uang hasil prakerja”.

Si Driver Ojol membalas dengan sedikit cuek “maksudnya?”.

Si Pengirim pesan WA menjelaskan bahwa dia punya jaringan untuk mendaftar pra kerja, pendaftar tinggal terima beres, cukup setor KTP, Kartu Keluarga dan Nomor HP yang aktif.

“Dari dana enam ratus ribu, mereka cuma minta dua ratus ribu, jadi yang masuk ke rekening kita empat ratus ribu” kata Si Pengirim Pesan WA. “Di kampungku uda ada tiga puluh orang yang terima dana itu”. Lanjutnya.

Si Driver Ojol tidak lagi membalas pesan WA itu. Ia justru berpikir jika dapat kucuran dana empat ratus ribu per bulan tentu akan menambah pendapatan bulanannya yang tidak seberapa itu, bahkan di bawah UMK.
###

Dan orderan yang di tunggu-tunggu belum juga masuk, sementara kawan-kawannya bahkan sudah ada yang mendapat tiga orderan. Hampir saja emosinya meledak jika saja si Coy teman nongkrongnya tidak datang menemuinya di pangkalan.

Coy menceritakan keluhannya, dana pembangunan masjid dari bantuan sosial pemerintah daerah yang sedang diurusnya dimintai persenan dari “orang dalam”. Si Coy tidak mengatakan berapa persis jumlah uang “terima kasih” yang diminta oleh orang dalam tersebut, Si Driver Ojol juga tidak perduli karena dia tahu kalau Coy juga mengambil bagian dari dana pembangunan masjid itu, Coy mengatakan itu bukan korupsi tapi biaya administrasi.

“Sama aja!!!” Kata si Driver Ojol dalam hatinya.
###

Si Driver Ojol merasa orang-orang di sekelilingnya semakin kreatif dalam mencari duit. Bahkan bisa didapatkan dengan mudah yang penting punya akses ke “orang dalam’. Sedangkan dia sudah menyisihkan sebagian besar waktunya di luar rumah menjadi Driver Ojek Online berbasis aplikasi tapi pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok harian. Dikatakan cukup karena sampai saat ini si Driver Ojol tidak punya hutang kepada siapa pun. Uang jajan untuk anak-anaknya masih bisa disisihkan dari penghasilan hariannya, sebagian dari pendapatan hariannya itu dikasih ke Istrinya, dan sisanya untuk mengisi BBM yang harganya baru saja dinaikkan oleh Pemerintah Pusat.

Si Driver Ojol tidak punya Kreatifitas yang menyamai skill Coy yang bisa mendapatkan duit secara gelondongan dari bisnis proposal. Tapi Ia bersyukur karena masih punya banyak kawan yang mau berbagi, paling tidak mereka mentraktil si Drivel Ojol setiap kali nongkrong. Skill yang dimiliki si Driver Ojol hanya untuk kerja-kerja yang lurus, duit yang didapatkan adalah duit yang halal hasil kerja keras, bukan hasil kreatifitas yang menyimpang.

Kreatifitas menyimpang inilah yang menghasilkan korupsi yang diperhalus dan dibenarkan dengan berbagai dalil dan penggunaan istilah-istilah yang lebih lembut sehingga korupsi yang pengertian kasarnya adalah pencurian kini kesannya seolah-olah adalah sesuatu wajar dan boleh-boleh saja.

Si Driver Ojol dengan segala kekurangannya tetap bangga karena bisa menghidupi keluarganya dari hasil kerja keras, kerja halal.*

Selengkapnya...
Back to top button