DPRD Bontang

Komisi II DPRD Kota Bontang Berharap Program Basri Rase-Najirah Bisa Menarik Minat Investor

TIMURMEDIA – Dilantiknya Basri Rase-Najirah sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bontang diharapkan bisa membawa angin segar. Terutama dibidang investasi. Sebab, dengan masuknya investor besar di Kota Taman, tentu akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bontang.

Sutarmin, anggota Komisi II DPRD Kota Bontang menyatakan, untuk menarik investor besar, tentu semua hal harus dipersiapkan. Diantaranya seperti infrastruktur, kemudahan perizinan, dan hal lain yang mendukung minat investasi dari luar Kota Bontang. “Ketersediaan lahan juga faktor penting, namun yang pasti harus sesuai peruntukkan dan tertera dalam aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW, Red.),” ujarnya.

Politisi Partai Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut juga mengingatkan, regulasi RTRW tidak boleh ditolelir. Sebab, hal tersebut merupakan wujud ketegasan Pemerintah Kota Bontang. “Investasi boleh datang dari mana saja. Intinya kami dukung. Tapi untuk regulasi juga harus taat. Regulasi adalah wajah ketegasan kita,” bebernya.

Selain Sutarmin, Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam, juga berpendapat serupa. Bagi Rustam, masuknya investor besar ke Kota Bontang menjadi salah satu jawaban untuk mengurangi jumlah pengangguran. Hal tersebut, lanjut Rustam, merupakan bagian daru upaya percepatan ekonomi.

“Kami di Komisi II tentu berharap walikota terpilih punya treatment khusus untuk menarik investor masuk Bontang,” ungkapnya. “Kami memang belum lihat juga RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Red.) walikota seperti apa. Tapi harapan kami di tengah pandemi Covid-19, ekonomi kota bisa terus membaik,” harapnya.

Rustam menegaskan, pandemi Covid-19 seharusnya tak lagi menjadi hambatan dalam berinvestasi. Mengingat, semua pelaku usaha harus mulai bangkit di tengah pandemi. “Saya pikir tidak berpengaruh. Memang sudah saatnya pemulihan ekonomi,” tutup Rustam. (fa/ads)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button