DPRD Bontang

Gawat! 5 Tahun Lagi Bontang Bakal Krisis Air

TIMURMEDIA – Kota Bontang bakal mengalami krisis air bersih. Prediksi ini akan terjadi pada 2026 mendatang. Tidak heran, pelbagai kebijakan untuk mencari solusi menghadapi soal tersebut terus digodok Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Abdul Malik menyatakan, harus ada pilihan alternatif yang harus diambil pemerintah. Misalnya saja, pemanfaatan bekas lubang tambang PT Indominco Mandiri (IMM) sebagai sumber air bersih.

Dari hasil kunjungan Komisi III DPRD Kota Bontang bersama Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Red.) dan Bapelitbang (Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan, Red.) Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu di lokasi bekas lubang tambang itu bisa menjadi salahsatu opsi,” sebut Abdul Malik, Selasa 30 Maret 2021.

Abdul Malik menyatakan, Bapelitbang Provinsi Kaltim bakal kembali meninjau lokasi tersebut untuk meneliti seberapa besar potensi cadangan air dan faktor pendukung serta syarat lainnya. Pilihan lainnya untuk mengatasi krisis air bersih di Kota Bontang, tutur Abdul Malik, adalah dengan mengandalkan Waduk Marangkayu sebagai sumber air bersih yang akan memenuhi kebutuhan Kota Bontang. Saat ini, perencanaan kebijakan itu masih berkutat di pembebasan lahan yang akan menjadi jalur pipa air menuju Kota Bontang.
“Paling tidak dua opsi itu yang sementara jadi pilihan terbaik,” akunya.

Disinggung mengenai pemanfaatan Waduk Suka Rahmat, Abdul Malik menjelaskan bahwa lokasi tersebut bukan untuk pemanfaatan sumber cadangan air. Melainkan, untuk penanganan banjir di Bontang.
“Kami juga sempat tanyakan soal Waduk Suka Rahmat untuk persediaan air. Tapi waduk itu difokuskan untuk penanganan banjir,” tutupnya. (fa/adv)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button