DPRD Bontang

Bukan Cuma Nakes, Ratusan Kader PPKBK Posyandu Juga Belum Dibayar Pemkot Bontang

TIMURMEDIA – Pembayaran insentif yang menunggak ternyata tak hanya dialami tenaga kesehatan (nakes). Ratusan kader Pembantu Petugas Keluarga Berencana Kota (PPKBK) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Bontang, nyatanya juga belum menerima pembayaran sejak Januari lalu.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Faisal.
Kata politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu, ada sekira 514 kader PPKBK Posyandu yang insentifnya belum dibayar hingga kini.

Faisal menyatakan, fakta itu terungkap dari laporan salahseorang kader PPKBK Posyandu.
Padahal, lanjutnya, ketentuan pembayaran insentif ini telah tertuang dalam Surat Keputusan Walikota Nomor 188.45/6/DPPKB/2021.

Aturannya pun jelas. Faisal menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berkewajiban memberikan insentif bagi seluruh kader PPKBK Posyandu dan Sub PPKBK Posyandu yang tersebar di 3 kecamatan dan 15 kelurahan di Kota Taman.

“Saya minta itu segera dibayar. Saya ingatkan lagi untuk dinas terkait segera selesaikan masalah ini. Tunggakan itu harus lunas sebelum Lebaran,” sebutnya, Rabu 5 Mei 2021.

Faisal menerangkan, memang ada alasan mengenai keterlambatan pembayaran insentif ini. Yakni, adanya rangkap jabatan oleh sejumlah kader PPKBK Posyandu.

Sehingga dikhawatirkan bisa menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Diketahui dari 514 kader, ada 360 orang yang merangkap jabatan. Untuk nomimal insentif sendiri berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu per bulan untuk setap kader.

“Mereka sudah bekerja keras membantu dinas terkait, mayoritas petugas dari kaum ibu-ibu yang berharap sebelum Idulfitri segera dibayarkan dari awal 2021,” bebernya.

Makanya, Faisal menyarankan, kader PPKBK Posyandu dapat membuka komunikasi untuk segera menyelesaikan masalah ini.

“Kalau ada aturan yang dilanggar, mari kita duduk bersama memecahkan permasalahan ini. Jangan terlalu banyak alasan,” tukasnya. (fa/ads)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button