Mozaik

Sketsa Pembelajaran Madrasah

Penulis: Kurniadi
(Kepala Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Manggar – Balikpapan)

Awal tahun pelajaran ini telah ditetapkan jauh hari sebelumnya untuk tetap melaksanakan Learning from Home (Pembelajaran Dari Rumah). Tidak diperkenankan pembelajaran dengan tatap muka antara Siswa demgan Guru.

Semua perangkat dan strategi pembelajaran menjadi serba baru, yang mana pra-kondisi pembelajaran online, baik dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring) telah dicobakan beberapa bulan terakhir sebelum Penilaian Akhir Tahun.

Apakah sistem pembelajaran online ini akan menjadi suatu sistem yang permanen atau hanya tentatif, yakni hanya dilaksanakan selama Masa Pandemi Covid 2019?

Kalau menimbang usulan Seto Mulyadi (Kak seto) tentang tiga hari sekolah serta wacana yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tentang Hybrid Model pembelajaran online akan menjadi permanen, bisa saja sistem pembelajaran online ini tetap dilaksanakan ketika fase normal, tapi dengan sistem pembelajaran yang mengkombinasikan antara model online (Pembelajaran Dari Rumah) dan model tatap muka (Pembelajaran Di Madrasah).

Alasannya, awal tahun pelajaran ini Madrasah tetap menerapkan model pembelajaran dari rumah sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Pada saat yang sama Kementerian Agama telah memfasilitasi dengan menyiapkan aplikasi e-learning untuk mendukung Guru Madrasah dalam pelaksanaan proses Pembelajaran Dari Rumah.

Metode atau model pembelajaran yang mungkin awalnya asing ini, karena nantinya dilakukan secara terus menerus dalam waktu yang lama, lambat laun akan menjadi habitus; kebiasaan yang tampaknya berlangsung secara alamiah, tapi sebenarnya dipaksa oleh suatu sistem kuasa di atasnya.

Jika Masa Pandemi covid 19 telah berlalu dan madrasah kembali dibuka untuk kegiatan pembelajaran tatap muka, sedangkan guru dan siswa telah terbiasa dengan sistem pembelajaran dari rumah dengan segala kelemahannya, maka kemungkinan usulan tiga hari sekolah yang dipadu dengan sistem pembelajaran dari rumah benar-benar jadi permanen, artinya para siswa hanya tiga hari datang ke Madrasah, selebihnya mereka belajar dari rumah.*

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button