Balikpapan

Sinergi LMI dengan Pertamina

Reporter: Taufik Hidayat | Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Lingkar Muda Indonesia (LMI) menggelar Dialog Publik dengan tema “Peran serta dan kepedulian masyarakat Balikpapan dalam menjaga kilang minyak pertamina sebagai objek vital Nasional “. Dengan dihadiri beberapa Tokoh publik serta pejabat lokal maupun nasional, yaitu ketua dewan pembina LMI ( Muhaimin ST. MT). Ombudsman RI ( Hery Susanto). Gubernur Kaltim ( Isran Noor). Walikota Balikpapan, yang mewakili ( Dortje Marpaung ), Anggota DPRD Balikpapan (Syukri Wahid) serta Pembina Yayasan Yapenti Uniba ( Rendy Susiswo Ismail). Yang berlokasi di Hotel Grand Senyiur Kota Balikpapan. Sabtu, 26/03/2022.

Ryan Taufik selaku Ketua LMI mengatakan maksud dari digelarkan agenda Dialog Publik dengan menggandeng beberapa instansi salah satunya PT PertaminaPertamina. Yaitu agar Pertamina dapat memberikan edukasi serta sosialisasi terhadap masyarakat terkait pelayanan.

“Agenda ini diadakan dengan Pertamina agar Pertamina bisa memberikan informasi terhadap masyarakat terkait pelayanan, seperti pekerjaan, sumber CSR, dan dampak manfaat pembangunan kilang terhadap masyarakat setempat.” Ucapnya.

Di samping itu, anggota Ombudsman RI, Hery Susanto saat menjadi Keynote Speaker, turut mengajak masyarakat agar ikut serta berperan dalam menjaga objek vital Nasional. Demikian dikarenakan, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan telah ditetapkan sebagai objek vital nasional. Melihat keputusan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional serta Keputusan Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 202.K/HK.02/MEM.S/2021 tahun 2021 tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hery Susanto juga membeberkan, anggaran revitalisasi 5 Tahun kedepan 2022-2027, yang diberikan terhadap Kilang minyak, sebanyak 7 wilayah di Indonesia. Salah satunya di wilayah kota Balikpapan RU V sebanyak 600 Triliyun, serta perlu adanya perhatian terhadap masyarakat setempat, dengan segi geografis jarak antara kilang dengan pemukiman warga.

“Tahun 2022-2027 anggaran yang di berikan kan 600 triliyun untuk revitalisasi, di samping itu perlu adanya perhatian atas pembangunan, perbaikan dan kepada masyarakat setempat. Jangan sampai, jarak pemukiman warga dengan kilang sangat dekat, bagaimana jika terjadi hal hal yang tidak di inginkan.” Ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button