Balikpapan Kolom Politik

Siapa Lawan RM Tahun Depan?

RM alias Rahmad Mas’ud, disebut-sebut calon terkuat untuk menjadi the Next Balikpapan.

Wakil Walikota, pengusaha dan juga politisi Golkar ini di atas angin masih mendominasi kekuatan politik untuk menuju Balikpapan 2020.

Apalagi Golkar meraih 11 kursi, yang artinya dominan di kursi dewan. Praktis, Golkar pun bebas mengusung calonnya sendiri meski tanpa berkoalisi.

Rahmad Mas’ud dipastikan bakal maju untuk Pilwakot Balikpapan tahun depan. Pasangannya, bisa dari kader Golkar sendiri, independen atau koalisi.

Apapun itu, Golkar memegang kunci. RM dan Golkar hanya tinggal menimbang pasangannya. Yang tentu saja harus punya nilai tawar tinggi di mata Golkar dan RM.

Siapapun pasangan RM yang menarik adalah siapa lawan RM? Apakah ia hanya melawan kotak kosong atau ada kandidat yang berani fight melawannya?

Dari peta sementara, kandidat terkuat yakni Arita Rizal Effendi, istri dari Walikota Rizal.

Namun, tidak mudah. Selain harus berkoalisi memenuhi 11 kursi, Arita juga belum begitu dianggap lihai dalam memainkan bola politik.

Tapi ia bisa berkoalisi dengan parpol lain, semisal calon yang mulai mengemuka Muhammad Adam dari Hanura. Kendati begitu, nama Adam sang aleg ini masih jauh untuk melawan RM meski berpasangan dengan Arita.

Lawan RM berikutnya, yang mungkin bisa mengimbangi adalah Syafruddin. Mantan Kapolda yang juga baru saja terpilih sebagai aleg DPR RI dapil Kaltim dari PDIP ini memegang peranan penting untuk Pilawakot mendatang.

Jika RM menggandeng PDIP, selesai bola-bola. Sudah dipastikan hanya melawan kotak kosong. Pertempuran akan menarik jika PDIP berani fight melawan RM.

Tapi sejauh ini belum ada kandidat kuat dari PDIP. Langsung atau tidak, warga Ballikpapan masih memilih figuritas. Artinya siapa yang populer, dikenal, lebih berpeluang untuk dipilih.

Tak banyak tokoh Balikpapan yang dikenal. Paling hanya seputar Abdulloh, Syukri Wahid, Sekda Sayid Fadhli, Glen NIrwan. Lainnya masih jauh untuk mengimbangi popularitas RM.

Bagaimana dengan calon dari independen? Sepertinya, ini perlu dipertimbangkan agar pertandingan Pilwakot bisa lebih seru. Jangan sampai Pilwakot hanya sebatas pertandingan antara RM dan kotak kosong.

Bagaimana pendapat Anda?

Tentang Penulis:

Agung Sakhia, pemerhati sosial politik.

Leave a Comment