BalikpapanKaltim

Pendidikan Adalah Hak Bagi Warga Negara

Reporter : Taufik Hidayat | Editor : Faisal

TIMUR MEDIA – Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru yang dianggap nyeleneh, mengundang beberapa Organisasi angkat bicara kali ini Parlemen Balikpapan kedatangan LSM Galeri Isu Strategi (Garis) Kalimantan Timur, mereka melakukan hearing dengan Parlemen, Dinas Pendidikan serta Kebudayaan. Kamis 24/07/2021.

Zainuddin yang kerap disapa Zay selaku Sekjend Provinsi Kalimantan Timur mengungkapkan ada beberapa poin tuntutan LSM Garis Kaltim menyoroti proses PPDB di Balikpapan. Seperti, bagaimana kasus pungli hampir selalu terjadi dalam setiap situasi pedaftaran anak sekolah dan bahkan tiap tahunnya.

Hearing LSM Garis Kaltim dengan Parlemen Balikpapan beserta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 24/06/2021
taufik hidayat | Timur Media | Referensi Baru

Ia menegaskan agar pemerintah hadir dan menyelesaikan persoalan yang hampir tiap tahun ini.

“Negara tidak boleh kalah dengan preman-preman berbaju pendidikan, karena secara Undang-Undang setiap Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.” Tegas Zay.

Sekjend LSM ini meminta agar jajaran Kepolisian juga ikut serta turun tangan untuk menangani keluhan masyarakat terkait pungli. Dan adanya intervensi pihak lain dalam menyelubungi anak didik titipan didalam wadah pendidikan. Seperti membuka posko pengaduan agar Masyarakat faham dan dapat melaporkan.

“Kita mengajak komitmen Polres dan Polda Kaltim bagaimana ikut mengawasi proses PPDB. Buat posko pengaduan, Polres harus juga bersosialisasi kepada Masyarakat ketika ada proses pungli,” ujarnya.

Sambungnya, bahwa pendaftaran menggunakan zonasi menjadi persoalan yang juga harus segera diselesaikan. Menurutnya, Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayan terkait zonasi niatnya demi kepentingan bersama. Hanya saja, apakah lalu daerah setempat siap dengan situasi saat ini.

“Niat awalnya baik, namun bagaimana hari ini pemerataan sekolah itu harus dihadirkan terlebih dahulu agar dapat mendukung permen tersebut,” ucapnya.

Kota Balikpapan masih belum merata dalam pembangunan sekolah, semisal contoh. Balikpapan Tengah yang mana kurangnya jumlah sekolah berbanding terbalik dengan membludaknya peserta didik di sana. Ujar Zainuddin, sembari mengangkat tangan tanda bingungnya dengan kebijakan yang ada.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button