Penajam Paser Utara

Penderita Malaria Di PPU Meningkat

TimurMedia, PENAJAM – Dari Januari hingga Maret 2020 kasus penyakit malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara menembus angka 594 kasus. Terjadi peningkatan jumlah kasus dibandingkan di bulan yang sama tahun sebelumnya atau tahun 2019.

Dokter Eka Wardhana Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mengungkapkan, kasus penyakit menular yang disebabkan gigitan nyamuk di awal tahun ini sebanyak 594. Yakni, Januari 254 kasus, Februari 220 kasus dan Maret 120 kasus. Sementara di bulan yang sama tahun 2019 yakni Januari 197 kasus, Februari 111 kasus dan Maret 108 kasus.

“Memang tahun ini mengalami peningkatan kasus malaria, jika dibandingkan di bulan yang sama tahun 2019. Ini juga tidak terlepas dari perubahan cuaca,” kata Eka Wardhana pada media ini, Rabu(18/3/2020).

Jumlah kasus paling banyak kata Eka Wardana, terjadi di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam. Dari 594 kasus penyakit malaria yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lebih lanjut Eka Wardhana mengungkapkan, Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes PPU, Puskesmas Sotek telah menangani 180 kasus, RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU 91 kasus, Puskesmas Petung 88 kasus, Klinik Dio Ratu 80 kasus dan Puskesmas Waru 47 kasus dan Puskesmas Sepaku I 36 kasus.

“Untuk wilayah Sotek memang endemik malaria. Setiap tahun menyumbangkan kasus tertinggi. Rata-rata warga yang terjangkit malaria adalah pekerja perusahaan perkebunan dan kehutanan,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinkes PPU, warga yang terjangkit malaria paling banyak berasal dari perbatasan Sotek dengan Bongan, Kubar. Sekira 70% atau 416 kasus berada di wilayah Bongan di Km. 54 hingga Km. 106. Mereka adalah para pengrajin kayu. Sedangkan kasus yang lain berada di Muara Toyu, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. 

Eka Wardhana menuturkan, pemerintah daerah terus berupaya untuk menekan angka kasus malaria. Selain sosialisasi pencegahan malaria, Dinkes juga akan membagikan 15 ribu lembar kelambu. Pemberian kelambu tersebut diprioritaskan bagi warga yang berdomisili di daerah endemis malaria. Yakni Desa Bukit Subur, Kelurahan Riko, perbatasan Sotek-Bongan.

“Kelambu juga akan dibagikan kepada warga yang tinggal di barak perusahaan perkebunan. Kelambu itu diberikan secara gratis. Kita sudah mulai mendistribusikan kelambu melalui puskesmas,” tandasnya

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button