Ribuan Guru Berkumpul dalam Diskusi Bersama Pj. Bupati Makmur Marbun

Timur Media, Penajam – Ribuan guru dari berbagai penjuru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkumpul dalam sebuah acara diskusi yang penuh semangat bersama Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun. Acara yang diselenggarakan di Gedung Dome Anden Oko Nipah-Nipah pada Jumat (12/07/2024) ini bertujuan untuk membahas dan merumuskan strategi serta inovasi guna meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah PPU.
Acara yang mengusung tema “Pendidikan Berkualitas” ini juga dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan seragam sekolah, laptop, dan komputer oleh Pj. Bupati PPU. Lebih dari 1.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), hingga menengah pertama (SMP), hadir dalam acara ini.
Dian Ibrahim Jamal, yang bertindak sebagai moderator, memandu jalannya diskusi dengan interaktif dan penuh antusiasme. Diskusi mencakup berbagai topik penting seperti tantangan yang dihadapi para guru di lapangan, metode pengajaran yang efektif, hingga sarana dan prasarana yang diperlukan.
Turut hadir dalam acara tersebut Bunda PAUD Kabupaten PPU, Linda Romauli Siregar, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga PPU, Andi Singkerru, serta tamu undangan lainnya.
Pj. Bupati PPU, Makmur Marbun, menyampaikan bahwa di momen Jumat berkah ini, mereka berkumpul bersama untuk mendiskusikan program pendidikan yang telah berjalan di daerah selama ini. Ia menekankan pentingnya evaluasi bersama untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
“Selama perjalanan sembilan bulan menjabat Bupati, kita telah mencatat berbagai pencapaian. Namun, masih banyak yang harus kita pikirkan bersama,” kata Makmur Marbun.
Ia juga menegaskan bahwa salah satu faktor penentu terwujudnya kualitas di sekolah adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin yang mampu membawa sekolah menjadi lebih maju.
Menurutnya, kepala sekolah harus memiliki kemampuan “top manajerial” untuk mengelola sekolah, mulai dari perencanaan program kerja sekolah, pengelolaan sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana.
“Oleh karena itu, pengangkatan kepala sekolah tentunya harus melalui asesmen untuk menilai sejauh mana seseorang memiliki kapasitas sebagai pemimpin. Tidak semua orang memiliki kapasitas tersebut,” ungkapnya. (ADV)