Waris Muin Tinjau Langsung Penyaluran Kartu Penajam Cerdas di SMPN 5 Girimukti

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperluas dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan melalui program Kartu Penajam Cerdas (KPC). Kali ini, bantuan pendidikan tersebut disalurkan kepada sekitar 560 siswa jenjang SD dan SMP di wilayah Girimukti, termasuk anak-anak yang menempuh pendidikan di pesantren.

Penyaluran KPC yang ditinjau langsung Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, di SMP Negeri 5 Girimukti, Kamis (5/11/2026). Melalui program ini, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.

Waris mengatakan, program KPC merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

Menurutnya, bantuan tersebut dirancang agar lebih fleksibel sehingga orang tua dapat menyesuaikan pembelian perlengkapan sekolah dengan kebutuhan anak masing-masing.

“Melalui program Kartu Penajam Cerdas, pemerintah daerah hadir memberikan bantuan secara langsung kepada para siswa. Jika sebelumnya bantuan pendidikan diberikan dalam bentuk yang berbeda, sekarang kita melakukan penyempurnaan melalui pemberian kartu yang diisi bantuan sebesar Rp600 ribu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dana bantuan dapat digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah, seperti seragam, celana, sepatu, dan perlengkapan penunjang pembelajaran lainnya.

Skema tersebut dinilai memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk memilih perlengkapan dengan ukuran dan kualitas yang sesuai kebutuhan anak. Dengan begitu, bantuan tidak hanya meringankan beban pengeluaran keluarga, tetapi juga memastikan siswa memperoleh perlengkapan yang layak dan nyaman digunakan selama mengikuti kegiatan belajar.

Selain perubahan skema bantuan, Pemkab PPU juga melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran KPC. Perbaikan administrasi dilakukan agar proses penerimaan bantuan lebih mudah dan tidak membebani orang tua dengan prosedur berulang.

“Alhamdulillah, tahun ini sistem dan mekanismenya sudah kita evaluasi serta perbaiki. Harapannya, tidak ada lagi orang tua yang harus bolak-balik hanya untuk menyelesaikan proses administrasi pencairan bantuan,” jelas Waris.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan orang tua agar menggunakan bantuan secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pendidikan anak. Apabila masih terdapat dana yang memungkinkan untuk disisihkan, orang tua didorong menjadikannya sebagai tabungan pendidikan.

“Kalau memungkinkan, dari bantuan Rp600 ribu itu bisa disisihkan sedikit untuk tabungan anak. Misalnya Rp200 ribu setiap bulan. Jangan sampai seluruhnya habis untuk kebutuhan sekarang, tetapi ada juga yang disimpan untuk masa depan mereka,” pesannya.

Waris berharap penyempurnaan program KPC dapat memastikan bantuan pendidikan diterima siswa yang memenuhi persyaratan secara lebih merata dan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga ingin program tersebut memberikan manfaat nyata bagi keluarga, terutama dalam mengurangi beban biaya perlengkapan sekolah.

“Harapan kita, tahun ini semua siswa yang memenuhi persyaratan bisa mendapatkan bantuan. Jangan sampai masih ada pertanyaan mengapa ada siswa yang mendapatkan bantuan sementara yang lainnya tidak. Pemerintah ingin memastikan program ini berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page