Waris Muin Tegaskan Makna Budaya dan Pembentukan Karakter Atlet

Timur Media, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menegaskan kesiapannya sebagai tuan rumah POPDA XVII Kalimantan Timur 2025 dengan dimulainya pertandingan perdana cabang pencak silat. Pembukaan yang berlangsung di Dome Anden Oko, Senin (17/11/2025), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang akan berlangsung selama sepekan.
Atmosfer kompetisi sudah terasa sejak pagi, dengan kehadiran ratusan atlet, pelatih, official, serta wasit dan juri dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Pencak silat menjadi cabang pertama yang dipertandingkan, sebuah keputusan yang menurut pemerintah daerah bukan sekadar soal teknik penjadwalan, melainkan simbol dimulainya POPDA XVII dari akar budaya bangsa.
Waris Muin menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen yang hadir di Benuo Taka, wilayah yang kini dikenal sebagai Gerbang Nusantara karena posisinya yang strategis bersebelahan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Selamat datang di Penajam Paser Utara, daerah yang menjadi pintu gerbang dan siap menjadi tuan rumah bagi seluruh tamu dan sahabat olahraga,” ucapnya.
Waris menekankan bahwa pencak silat tidak hanya dipandang sebagai cabang olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Dalam kompetisi ini, nilai-nilai seperti hormat, keberanian, disiplin, dan kesantunan menjadi ruh yang harus dipegang para pesilat muda dari seluruh Kaltim.
“Menang adalah kebanggaan, tetapi menjunjung sportivitas adalah kehormatan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kesiapan penyelenggaraan POPDA XVII, yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak mulai dari IPSI, pengelola venue, hingga para relawan. Menurutnya, dibukanya pertandingan pencak silat merupakan indikator bahwa mesin besar POPDA telah mulai bergerak, dan PPU siap mengawal penyelenggaraan hingga hari terakhir.
Waris memberi perhatian khusus kepada atlet-atlet PPU yang tampil sebagai tuan rumah. Ia meminta mereka bertanding dengan percaya diri, namun tetap rendah hati dalam menghadapi lawan dari kabupaten/kota lain.
“Kita ingin menunjukkan bahwa PPU bukan hanya siap menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu menghadirkan pertandingan yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga memandang POPDA bukan hanya arena kompetisi, tetapi ajang konsolidasi talenta muda olahraga Kaltim. Banyak dari atlet pelajar di cabang pencak silat diyakini berpotensi masuk ke jenjang yang lebih tinggi, baik di PON maupun kejuaraan nasional.
Waris berharap jalannya pertandingan selama sepekan dapat melahirkan pesilat-pesilat terbaik yang mampu membawa nama Kalimantan Timur ke level nasional hingga internasional.
“Kepada seluruh peserta, selamat bertanding! Nikmati setiap prosesnya, tetap jaga sportivitas, dan mari sebarkan nilai positif di POPDA ke-17 Kalimantan Timur,” pungkasnya. (ADV/No)