Walikota Samarinda Bersihkan Sungai Karang Mumus Pakai Ketinting

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Walikota Samarinda Andi Harun punya cara berbeda dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Sabtu (5/6/2025) mendatang. Melalui kegiatan “Gerakan Perahu Ketinting Pungut Sampah Sungai Karang Mumus dan Apel Bersama”, dia mengajak sejumlah ihak untuk membersihkan Sungai Karang Mumus menggunakan ketinting, Sabtu (31/5/2025) pagi.

Memulai titik kumpul di Jalan Tongkol –sekitar Jembatan 1– mulai pukul 07.00 Wita, Andi Harun bergerak bersama membersihkan Sungai Karang Mumus dari sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air. Disela itu, dia juga menyempatkan diri mengedukasi masyarakat setempat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Termasuk saluran drainase di sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Ini bagian dari cara kita mengajak masyarakat dan mengedukasi mereka agar semakin besar keterlibatannya dari hari ke hari. Kebersihan lingkungan, termasuk drainase, menjadi tanggung jawab bersama. Setidaknya kita bergotong-royong menjaga lingkungan agar bersih, dan sedimentasinya bisa kita angkat,” ujarnya.

Andi Harun menjelaskan, “Gerakan Perahu Ketinting Pungut Sampah Sungai Karang Mumus dan Apel Bersama” memiliki dua tujuan utama. Pertama, terlibat langsung memungut sampah di sungai. Kedua, untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas bahwa menjaga lingkungan bukan hanya di sungai, tapi juga di lingkungan masing-masing.

“Persoalan banjir tidak hanya soal teknis saluran air, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai kebijakan lingkungan. Persoalan banjir itu banyak variabelnya. Kebijakan terhadap lingkungan seperti tambang, perkebunan, hingga pengupasan lahan turut berkontribusi,” urainya.

“Membersihkan parit dan mengangkat sedimentasi memang penting, tapi jika aktivitas tambang dan pembukaan lahan masih terjadi, maka sedimentasi akan terus bertambah,” sambung Andi Harun.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak –termasuk mereka yang sering menyuarakan kritik terhadap banjir– untuk ikut memperhatikan dan membicarakan aspek kebijakan lingkungan yang mendukung penanganan banjir secara berkelanjutan.

“Program kami di Samarinda tetap berjalan. Secara teknis, arah kebijakan kita sudah benar. Tapi tentu perlu dukungan menyeluruh, termasuk kesadaran masyarakat dan sinergi lintas sektor,” tukasnya. (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page