UMKM Balikpapan Utara Siap Tampilkan Produk Unggulan pada Pameran Nasional

Balikpapan – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Balikpapan Utara (Balut) terus menunjukkan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang berskala nasional, termasuk Pameran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang akan digelar pada Juli 2025 mendatang.
Ketua Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balut, Riswahyuni, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan mulai dari pematangan produk hingga strategi pemasaran yang terukur. “Kami berkomitmen membawa produk khas Balikpapan Utara yang menjadi daya tarik utama dalam setiap pameran,” ujarnya, Senin (30/6/2025).
Produk unggulan yang akan dibawa oleh UMKM Balut meliputi kerajinan batik saho dan manik-manik, yang telah dikenal luas sebagai ciri khas Balikpapan. Salah satu produsen yang akan berpartisipasi adalah Zaida, yang konsisten menghadirkan kerajinan tangan berkualitas.
Di sektor kuliner, produk andalan seperti amplang, nastar menas, dan keripik buah akan turut meramaikan pameran. Guna memaksimalkan pelayanan, Forum Ekraf Balut juga menerapkan sistem titip jual untuk produk makanan, sehingga tidak seluruh pelaku usaha diwajibkan menjaga stand secara langsung.
“Khusus produk kerajinan seperti batik dan manik-manik, pelaku usaha biasanya hadir di lokasi agar dapat memberikan penjelasan langsung kepada pengunjung,” tambah Riswahyuni.
Berdasarkan pengalaman mengikuti berbagai pameran tingkat nasional seperti APEXI, Forum Ekraf Balut optimistis dapat mencapai target omzet harian yang signifikan. “Dalam event besar, target omzet harian bisa mencapai lebih dari Rp50 juta. Ini sudah kami perhitungkan berdasarkan partisipasi di ajang serupa sebelumnya,” jelasnya.
Forum Ekraf Balut juga menyiapkan tampilan booth yang representatif dengan perlengkapan promosi seperti banner UMKM dan seragam penjaga stand untuk meningkatkan daya tarik dan citra profesional para pelaku usaha.
Aspek ketahanan produk turut menjadi perhatian, terutama dalam seleksi makanan basah. Display produk diatur dengan baik agar tidak berlebihan dan tetap mempertimbangkan minat pengunjung yang cenderung memilih oleh-oleh praktis dan tahan lama.
“Produk yang mudah dibawa pulang atau dikonsumsi selama perjalanan menjadi pilihan utama pengunjung luar kota. Ini menjadi fokus kami dalam menyesuaikan strategi display,” ujarnya.
Dengan perencanaan matang dan sinergi yang solid, UMKM Balikpapan Utara optimistis dapat memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga dalam mempromosikan produk-produk unggulan daerah di kancah nasional.
(Man)