Tohar Tegaskan Penataan Ulang Program Jadi Keharusan di Era Fiskal Baru PPU

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memasuki era baru dalam pengelolaan keuangan daerah menyusul adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini menuntut seluruh perangkat daerah menata ulang arah pembangunan secara lebih cermat dan terukur.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menegaskan bahwa setiap perangkat daerah tidak boleh terpaku pada pola lama dalam penyusunan program. Menurutnya, perubahan fiskal harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat fondasi perencanaan secara realistis dan berkelanjutan.
Tohar menjelaskan bahwa penurunan dana transfer membuat ekspektasi pembangunan harus menyesuaikan kapasitas fiskal yang tersedia. Program yang sebelumnya dirancang berskala besar kini perlu dikaji ulang dari sisi urgensi dan manfaat bagi masyarakat.
“Dengan menurunnya transfer dana dari pusat, ekspektasi dan target daerah tidak lagi sesuai dengan kondisi keuangan yang ada,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).
Ia menekankan bahwa perencanaan harus berpijak pada kemampuan keuangan nyata, bukan pada asumsi masa lalu. Dalam kondisi terbatas, pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas program. Aktivitas pembangunan harus mengedepankan keberlanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Tohar juga menyoroti bahwa program belanja publik yang selama ini menjadi motor pembangunan, dipastikan akan mengalami penyesuaian signifikan. Beberapa kegiatan mungkin harus ditunda demi menjaga stabilitas fiskal daerah.
Namun demikian, penyesuaian ini bukan berarti Pemkab PPU melemahkan komitmennya terhadap pelayanan dasar. Justru, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan fiskal tersebut, Tohar menekankan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah keharusan yang tidak bisa ditawar. PAD harus menjadi pilar penopang kemandirian daerah di masa depan.
Ia menyerukan seluruh OPD untuk menggali sumber pendapatan potensial, mulai dari optimalisasi aset hingga peningkatan layanan berbasis retribusi daerah. Pendapatan yang dikelola dengan baik akan memperkuat daya tahan fiskal PPU. Transformasi perencanaan ini diharapkan membawa PPU menuju tata kelola keuangan yang lebih kuat dan adaptif.
“Pemda harus memastikan setiap rupiah pendapatan dapat dikonversi menjadi manfaat untuk masyarakat,” tutup Tohar. (ADV/No)