Tim Gabungan di PPU Empat Hari Berjibaku Dinginkan 100 Hektar Lahan Terbakar

Timur Media, Penajam – Setelah empat hari berjibaku melawan api dan bara dengan asap yang mengepul di lahan gambut, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 100 hektare di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Upaya pemadaman berlangsung hingga Jumat (23/10/2026) malam. Petugas masih menyisir titik-titik yang mengeluarkan asap dan membasahi lahan gambut untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan, penanganan pada hari keempat difokuskan pada pemadaman titik api dan asap yang masih ditemukan di kawasan RT 03 dan RT 06 Kelurahan Riko.
“Penanganan hari keempat masih difokuskan pada pemadaman titik api dan titik asap yang masih banyak terpantau di lokasi karhutla,” ujarnya.
Sebanyak empat mata semprot dikerahkan dalam operasi tersebut. Dua mata semprot berasal dari Dinas Pertanian bersama BPBD PPU, satu mata semprot milik BPBD PPU, serta satu mata semprot dari DPKP Pos Sotek.
Petugas juga harus memastikan pasokan air terus tersedia untuk membasahi lahan gambut. Mobil tangki dari DPKP Pos Sotek, Disperkimtan, dan Dinas PUPR dikerahkan secara bergantian untuk menyuplai air ke lokasi.
Operasi berlangsung hingga pukul 23.30 WITA sebelum personel ditarik ke pos masing-masing. Dari pantauan terakhir, tidak terlihat lagi kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kobaran baru.
Meski demikian, petugas belum sepenuhnya meninggalkan lokasi. Pengecekan ulang dijadwalkan pada pagi berikutnya untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah gambut.
Karhutla tersebut pertama kali terdeteksi pada Selasa (20/10/2026) siang. Api membakar lahan perkebunan warga di RT 03 dan RT 06 yang terdiri atas lahan mineral dan gambut dengan vegetasi semak belukar serta pepohonan.
Penanganan melibatkan BPBD PPU, Lurah Riko, Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Pertanian, DPKP, Disperkimtan, dan Dinas PUPR. Mereka mengerahkan armada pemadam, mobil operasional, hingga mesin portabel untuk mengendalikan api.
Empat hari berada di tengah panas, asap, dan bara membuat pekerjaan petugas belum benar-benar selesai. Padamnya asap pada Jumat malam menjadi titik penting dalam operasi, tetapi pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan api tidak kembali muncul dari dalam gambut. (ADV)