Tekan TBC, Dinkes Gencar Skrining Secara Masif

Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan berencana melakukan skrining pencegahan penyebaran TBC kepada 3500 warga.
Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran kasus TBC di Kota Balikpapan yang cukup tinggi.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana mengatakan, pada prinsipnya skrining saat ini bisa dilaksanakan di semua Puskesmas, yang dilakukan itu menggunakan pemeriksaan dahak menggunakan alat tes cepat molekuler.
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini masih gencar melakukan kegiatan yang namanya “pemberian terapi tuberkulosis”, yang diberikan kepada kontak erat dari penderita tuberkulosis.
“Memang tantangannya cukup tinggi, karena kita mengobati orang yang sehat, jadi bukan pasiennya karena pasiennya minum obat TBC,” kata dalam keadaan Germas di RT 5 dan 7 Kelurahan Sungai Nangka Kecamatan Balikpapan Selatan, Sabtu (9/11/2024).
Hal ini yang terus dikejar sebagai upaya untuk memenuhi target indikatornya agar tercapai target pencegahan tuberkulosis.
Sebab satu kasus TBC itu beresiko sampai dengan 20 orang di sekitarnya, makanya dilakukan pemberian terapi kepada kontak erat yang ada di sekitar rumah penderita TBC.
“Saat ini program skrining baik secara aktif maupun pasif, sudah gencar dilaksanakan oleh teman-teman Puskesmas. Dan di tahun 2025 rencananya kita akan mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan, namanya screening aktif tuberkulosis,” terangnya.
Ia menjelaskan, di tahun 2025 mendatang, dengan bantuan dari Kementerian Kesehatan, pihaknya akan melakukan skrining kepada 3500 orang, dengan kriteria yang pertama adalah orang yang perokok, orang yang ada riwayat sakit diabet, orang yang mempunyai gejala kearah TBC seperti batuk lebih dari 2 minggu, berat badan menurun, berkeringat di malam hari dan sebagainya.
“Di tahun 2025 kita akan melakukan skrining secara masif dan sasarannya 3500 orang,” ujarnya.
(Man)