Swasembada Pangan Didorong Jadi Prioritas Utama di Kaltim

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Yenni Eviliana, Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), menyoroti pentingnya mencapai swasembada pangan. Dengan luas lahan yang mencukupi dan dukungan pemerintah serta sarana prasarana yang memadai, Kaltim harus mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

“Ketahanan pangan adalah masalah krusial yang memengaruhi nasib suatu bangsa. Hal ini bukan perkara sepele,” katanya.

Yenni Eviliana menekankan bahwa ada dua krisis yang sangat perlu diwaspadai di dunia saat ini, yaitu krisis pangan dan krisis energi. Oleh karena itu, Indonesia harus bergerak menuju kemandirian pangan dan tidak lagi bergantung pada impor bahan makanan dari luar negeri.

“Ingatlah, negara lain juga memiliki keterbatasan dan akan lebih mengutamakan produksi pangan untuk konsumsi dalam negeri,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Menurut Yenni Eviliana, visi ketahanan pangan ini sejalan dengan misi Pemerintah provinsi 9Pemprov) Kaltim, yaitu mewujudkan swasembada panga. Dia merujuk pada program food estate yang sedang dilaksanakan di Kaltim sebagai salah satu langkah menuju swasembada pangan.

“Kaltim adalah surga bagi pertanian, dengan luas dan kesuburan tanahnya. Program food estate tidak hanya mencakup tanaman padi, tetapi juga tanaman pokok pengganti nasi, seperti talas, singkong, dan lainnya, secara terencana dan menyeluruh,” ujarnya.

Yenni Eviliana juga mengapresiasi Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang menjadi penyuplai bahan pangan terbesar di wilayah Kaltim dari 10 kabupaten/kota. Dia berharap potensi ini dapat ditingkatkan melalui program-program pertanian yang lebih fokus.

Menurutnya, penting untuk mendukung pertanian modern dan pertumbuhan petani milenial. Pemprov Kaltim harus memastikan sarana prasarana pertanian terpenuhi dengan baik dan mencegah alih fungsi lahan pertanian.

“Kita harus mendorong pertanian yang modern dan berkelanjutan, serta mencegah petani kita beralih profesi,” harap Yenni Eviliana. (tm/adv)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page