Sujiati Ingatkan Pentingnya Akurasi Data dalam Penanganan Stunting

Timur Media, Penajam – Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menegaskan pentingnya validasi data yang akurat dalam penanganan stunting. Menurutnya, masih banyak anak yang dianggap stunting hanya berdasarkan tinggi badan, tanpa memperhitungkan faktor genetik dan konteks lain.

“Banyak anak yang memiliki postur pendek karena faktor genetik. Mereka seharusnya tidak langsung dikategorikan stunting,” jelasnya..

Ia mencontohkan adanya laporan peningkatan kasus di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Babulu. Dalam laporan itu disebutkan terjadi kenaikan dari empat menjadi sepuluh kasus. Meski mengakui bahwa peningkatan ini mengkhawatirkan, Sujiati meminta agar data tersebut dianalisis lebih dalam sebelum diambil tindakan.

“Kalau kita keliru dalam mengategorikan, maka program intervensi bisa salah sasaran. Itu yang berbahaya,” katanya.

Sujiati menilai bahwa selama ini belum ada sistem validasi menyeluruh atas data stunting yang dikumpulkan. Ia mendorong agar tenaga kesehatan melakukan pengukuran lebih holistik, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga riwayat keluarga dan kondisi lingkungan.

“Kalau datanya keliru, maka seluruh strategi jadi tidak efektif. Kita buang anggaran, tapi hasilnya tidak optimal,” tambahnya.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah membentuk tim khusus yang bertugas memverifikasi data stunting yang dikumpulkan dari lapangan, termasuk melakukan kunjungan langsung ke keluarga terdampak.

Sujiati menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar soal angka, tetapi menyangkut masa depan anak-anak PPU.  Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah melakukan pelatihan khusus bagi petugas lapangan agar memahami standar klasifikasi stunting sesuai pedoman WHO dan Kemenkes.

“Kita perlu pendekatan ilmiah, bukan sekadar administratif. Baru kemudian kebijakan yang dibuat bisa benar-benar efektif,” pungkasnya. (ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page