Sudah Enam Hari, Tim Gabungan Masih Berjibaku Hadapi Karhutla di Petung

Timur Media, Penajam – Tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Memasuki hari keenam penanganan, Jumat (2/10/2026), sejumlah titik asap masih terpantau dari lapisan gambut yang berpotensi kembali memunculkan api.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Nurlaila mengatakan, luas lahan yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai 36,88 hektare. Area yang terbakar didominasi lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan pepohonan. Sejumlah tanaman kelapa sawit juga ikut terdampak.
“Kami masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk mencegah munculnya kembali api, terutama pada area gambut yang masih menyimpan bara di dalam tanah,” kata Nurlaila.
Karhutla di kawasan tersebut pertama kali dilaporkan pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 15.45 WITA. Berdasarkan laporan awal, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 15.20 WITA.
Pada hari keenam, tim gabungan memusatkan penanganan pada titik api dan titik asap yang masih ditemukan di lokasi. Pendinginan dilakukan pada area yang telah terbakar untuk mengantisipasi bara di dalam tanah kembali memicu kebakaran.
Petugas memanfaatkan sumber air di sekitar lokasi dengan mengoperasikan sejumlah mesin pompa dan peralatan pemadaman. Total terdapat 10 mata semprot yang digunakan untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
Peralatan tersebut berasal dari sejumlah unsur yang terlibat dalam penanganan. BPBD PPU mengerahkan mesin portable dan peralatan pendukung, sementara Brigade Karlabun Dinas Pertanian, Manggala Agni Daops Paser, dan PT KMS turut menurunkan mesin pemadam serta flexible tank.
Menurut Nurlaila, penanganan di lapangan menghadapi tantangan karena sebagian titik asap berasal dari lapisan gambut. Kondisi tersebut membuat bara dapat bertahan di dalam tanah dan berpotensi kembali menjadi titik api.
Pemadaman dan pendinginan dihentikan sekitar pukul 19.00 WITA. Penanganan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi karena pemadaman pada malam hari terkendala kondisi lapangan dan keterbatasan jarak pandang.
“Peralatan tersebut dikerahkan untuk mendukung pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap,” ujarnya.
Penanganan karhutla melibatkan BPBD PPU, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, Manggala Agni Daops Paser, PT KMS, Dit Samapta Polres PPU, Pospol Petung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Kelurahan Petung, Ketua RT 16, Satlinmas, serta masyarakat.
Selain pemadaman, tim gabungan juga melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak merambat ke area lain. Upaya tersebut akan dilanjutkan hingga titik api dan asap dapat dikendalikan.
Tim gabungan dijadwalkan kembali turun ke lokasi pada Sabtu pagi untuk melanjutkan pemadaman dan pendinginan. Penanganan difokuskan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap sekaligus mencegah karhutla meluas. (ADV)