Soal RSI, Andi Satya Adi Saputra: Ini Bukan Sekadar Urusan Teknis

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Pasca menggelar rapat bersama di Kota Balikpapan, beberapa waktu lalu, rencana untuk membenahi Rumah Sakit Islam (RSI) di Kota Samarinda, mulai mendapat respon ari Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Menaggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, dr. Andi Satya Adi Saputra, menjelaskan RSI tidak bisa dipandang sekadar sebagai fasilitas kesehatan biasa. Sebab, RSI yang sudah berdiri puluhan tahun ini telah menjadi salah satu rujukan utama masyarakat Samarinda dan sekitarnya.
“Ini bukan sekadar urusan teknis pengelolaan rumah sakit, tapi menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan,” ucapnya, saat ditemui belum lama ini.
Menurut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut, Pemprov Kaltim, Komisi IV DPRD Kaltim, dan Yayasan RSI (YARSI) sebagai pengelola, perlu duduk bersama dalam forum resmi untuk membahas solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
“Karena itu, tidak boleh ada penundaan lagi. Semua pihak harus segera bertemu dan mencari jalan keluar terbaik,” ujarnya.
Bagi dr. Andi Satya Adi Saputra, kelanjutan operasional RSI sejatinya menyangkut kebutuhan dasar warga terhadap akses layanan kesehatan yang layak. Maka, kunci penyelesaian masalah terletak pada komunikasi dan komitmen bersama.
“Kami mendorong pertemuan nanti menjadi titik awal penyelesaian persoalan RSI yang hingga kini belum menemukan kepastian. Masyarakat pun menanti keseriusan Pemprov Kaltim dalam memastikan kebutuhan layanan kesehatan terpenuhi sesuai standar yang berlaku,” tutupnya. (tm/adv)