Siapkan Tampungan 2,5 Juta Meter Kubik Air, DPUPR PPU Targetkan Pengerukan Embung Lawe-Lawe Rampung 2,5 Bulan,

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengoptimalkan pengerjaan embung di kawasan Lawe-Lawe untuk meningkatkan kapasitas tampungan air baku. Pengerukan area tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 2,5 bulan dengan potensi daya tampung mencapai 2,5 juta meter kubik air.

Sekretaris DPUPR PPU, Ali Musthofa, mengatakan pengerjaan difokuskan pada optimalisasi daerah tangkapan air (catchment area) seluas sekitar 17 hektare. Area yang dipinjam-pakaikan oleh Pertamina tersebut memiliki kedalaman rata-rata sekitar empat meter.

Menurut Ali, percepatan pekerjaan terus diupayakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakteristik lahan. Saat ini, dua unit alat berat telah dikerahkan untuk mendukung proses pengerukan.

“Kita upayakan dan optimalkan pengerjaannya dengan tetap melihat situasi cuaca. Kita berharap dalam tiga minggu ke depan kondisi cuaca cukup baik sehingga alat-alat yang ada bisa bekerja secara optimal,” ujar Ali.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan selama 2,5 bulan ke depan akan melibatkan KB Bina. DPUPR juga akan mengoptimalkan pengaturan pengairan agar proses pengerukan berjalan efektif dan target penyelesaian dapat tercapai.

Ali menyebut, percepatan pekerjaan tetap harus memperhatikan kondisi eksisting di lapangan. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam pengerjaannya.

“Kita akan persingkat kalau memang bisa dipersingkat, dengan catatan tetap mengoptimalkan kondisi eksisting yang ada. Medan di lokasi ini bersama teman-teman Pertamina juga cukup berat karena merupakan kawasan gambut,” jelasnya.

Karakteristik tanah gambut membuat pengerjaan tidak dapat dilakukan menggunakan metode pengerukan biasa. Diperlukan penanganan khusus dan tahapan pekerjaan yang berkesinambungan untuk menghindari risiko alat berat terperosok atau tenggelam akibat kondisi tanah yang tidak stabil.

“Jadi, diperlukan penanganan tersendiri untuk pengerjaan di areal gambut ini,” katanya.

Melalui optimalisasi catchment area tersebut, Pemkab PPU berharap kapasitas penyimpanan air di kawasan Lawe-Lawe dapat meningkat. Keberadaan tampungan ini juga diharapkan membantu mengendalikan aliran air yang selama ini berpotensi langsung menuju Sungai Lawe-Lawe melalui saluran pelimpah (spillway).

Ali menjelaskan, air yang tertampung nantinya diharapkan dapat terlebih dahulu dialirkan menuju fasilitas Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant/WTP) Lawe-Lawe sebelum melewati spillway.

Sistem koneksi direncanakan memanfaatkan kondisi topografi dan aliran alami yang sudah tersedia di lokasi, sehingga tidak memerlukan pembangunan jaringan pipa baru.

“Sebelum melewati spillway, air diharapkan dapat masuk ke fasilitas kita di WTP Lawe-Lawe. Jadi, koneksinya memanfaatkan kondisi alam yang sudah ada. Tidak menggunakan pipanisasi, melainkan cukup dengan mengalirkan air secara alami,” pungkasnya.

Optimalisasi embung Lawe-Lawe ini menjadi salah satu upaya DPUPR PPU dalam memperkuat ketersediaan cadangan air baku melalui pemanfaatan potensi sumber daya air yang tersedia. Dengan target tampungan hingga 2,5 juta meter kubik, fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan air di kawasan Lawe-Lawe secara lebih optimal. (ADV)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page