Shemmy Permata Sari: Demokrasi Tidak Hanya Bicara Kebebasan

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klaimantan Timur (Kaltim), Shemmy Permata Sari, mengatakan hak dan kewajiban warga negara bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
Hak merupakan sesuatu yang mutlak dimiliki warga negara, seperti hak atas pekerjaan, penghidupan layak, pendidikan, perlindungan hukum, kebebasan berpendapat, dan kebebasan beribadah.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menyatakan, warga negara juga memiliki hak untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan memperoleh kesamaan kedudukan di mata hukum dan pemerintahan. “Semua ini, merupakan jaminan yang diberikan negara agar setiap warganya bisa hidup bermartabat,” ujarnya, belum lama ini.
Wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Kota Bontang tersebut mengungkapkan, hak-hak tersebut harus berjalan seiring dengan kewajiban. Dia memaparkan sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi.
Mulai dari menaati hukum, membayar pajak, menjaga ketertiban dan keamanan, hingga menghormati hak asasi manusia. Warga negara juga wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, melestarikan lingkungan, dan menghargai perbedaan suku, agama, serta golongan.
“Demokrasi tidak bisa hanya bicara soal kebebasan. Kita harus memahami bahwa hak dan kewajiban adalah dua hal yang berjalan seiring. Kalau hak kita ingin dihormati, kewajiban juga harus ditunaikan,” tutupnya. (tm/adv)