Semangat Kartini, UPTD PPA PPU Gelar Lomba Video Pendek Kampanye Stop Bullying

Timur Media, Penajam – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Melalui momentum peringatan Hari Kartini, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) PPU menggelar lomba video pendek bertema kampanye anti-bullying.

Kegiatan ini menjadi ajakan nyata kepada generasi muda untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks kekinian. Jika dahulu Kartini melawan keterbatasan dan ketidakadilan, kini “kegelapan” hadir dalam bentuk perundungan atau bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sosial.

Kepala UPTD PPA PPU, Hidayah, mengatakan lomba ini bertujuan untuk membangun kesadaran sekaligus keberanian siswa dalam menyuarakan penolakan terhadap bullying.

“Melalui lomba video pendek ini, kami ingin menyampaikan pesan kuat bahwa bullying harus diberantas. Setiap orang memiliki hak atas martabat yang sama, dan tidak boleh ada lagi yang merasa disakiti atau dipatahkan semangatnya,” ujarnya. Senin 13 April 2026.

Menurut Hidayah, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Media video dipilih karena dinilai efektif untuk menyampaikan pesan secara kreatif dan mudah diterima oleh kalangan pelajar.

Ia menambahkan, lomba ini juga menjadi ruang ekspresi bagi pelajar untuk menuangkan ide dan kepedulian mereka terhadap isu sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Adapun peserta lomba dibatasi khusus bagi pelajar tingkat MTs, SLTP, dan SMP se-Kabupaten Penajam Paser Utara. Pendaftaran dibuka hingga 18 April 2026, dengan kuota peserta yang terbatas.

“Kami berharap pelajar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Selain mengasah kreativitas, ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun budaya saling menghargai,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, UPTD PPA PPU mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menciptakan ruang aman bagi semua orang, khususnya anak-anak dan remaja.

Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” pun diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menghentikan bullying dan menumbuhkan rasa kasih sayang.

“Stop bullying, start loving. Mari kita lanjutkan perjuangan Kartini dengan tindakan nyata,” tutup Hidayah. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page