Seleksi JPT Pratama PPU, Mudyat : Jabatan Bukan Sekadar Gengsi, Kepala OPD Harus Bisa Cari Inovasi

Timur Media, Balikpapan – Untuk Mengisi Lima kursi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) pratama untuk organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang kosong, seleksi JPT Pratama PPU mulai berjalan.
Bupati PPU Mudyat Noor, dalam sambutannya saat membuka Uji Kompetensi dan Penulisan Makalah Seleksi JPT Pratama Pemerintah Kabupaten PPU, DI Ballroom Novotel Balikpapan, Senin (10/8/2026). Menegaskan, JPT merupakan amanah besar yang menuntut kompetensi, integritas, tanggung jawab, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Pesan tersebut ia sampaikan kepada peserta seleksi, yang memperebutkan lima posisi strategis yang tak memiliki pejabat. Posisi yangmnegalami kekosongan tersbut yakni Kepala Bapelitbang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Pendidikan.
Lebih lanjut, Mudyat meminta para peserta tidak memandang seleksi sebagai ajang perebutan jabatan. Menurutnya, proses tersebut harus mampu menemukan figur yang benar-benar siap memimpin organisasi dan menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan PPU.
“Jabatan bukan sekadar gengsi. Jabatan adalah amanah. Yang dibutuhkan bukan hanya orang yang ingin menduduki jabatan, tetapi orang yang siap bekerja, siap bertanggung jawab dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tegas Mudyat.
Selain itu, Mudyat Juga meminta Kepala OPD terpilih nantinya juga harus bisa Inovatif. Menurutnya tuntutan tersebut semakin penting karena pemerintah daerah menghadapi tantangan yang kompleks. Tekanan fiskal membuat setiap pimpinan OPD harus mampu bergerak lebih kreatif dan tidak sekadar menjalankan rutinitas administrasi.
Mudyat meminta calon pimpinan OPD memiliki keberanian mencari solusi serta melahirkan terobosan. Mereka juga harus mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah menjadi program kerja konkret, terukur, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Di tengah kondisi fiskal yang luar biasa ini, kita membutuhkan kepala OPD yang mampu berkolaborasi. Setiap kepala OPD harus bisa menemukan solusi bersama dan menghasilkan satu rumusan atau tujuan untuk pembangunan Kabupaten PPU,” ujarnya.
Bagi Mudyat, jabatan juga membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, calon pejabat tidak boleh menjadikan posisi sebagai tujuan akhir.
Ia justru meminta para peserta mengejar kinerja dan prestasi setelah mendapat kepercayaan memimpin OPD.
“Saya yakin dan percaya kawan-kawan semua mampu mengejar prestasi yang dimaksud. Jadi bukan hanya mengejar jabatan, tetapi juga mengejar pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Mudyat berharap peserta menjalani seluruh rangkaian seleksi secara serius, objektif, dan penuh integritas. Ia ingin proses tersebut menghasilkan pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi, mengambil keputusan secara tepat, membangun kolaborasi, serta menghadirkan inovasi.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar menambahkan, seleksi terbuka tersebut bertujuan menemukan figur terbaik dari peserta yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam pemerintahan.
“Kita melakukan seleksi untuk mendapatkan yang terbaik dari yang baik. Saya percaya rekan-rekan yang saat ini menduduki jabatan administrator sudah melalui proses dan seleksi alam yang menjadi sebuah keniscayaan,” ujarnya.
Tohar juga menaruh perhatian pada penulisan makalah sebagai salah satu tahapan seleksi. Ia meminta peserta menyampaikan gagasan yang lebih konkret, bukan sekadar uraian normatif.
Seleksi Libatkan Asesor SDM Jatim
Menurutnya, program unggulan yang peserta tawarkan dapat menjadi gambaran visi sekaligus komitmen calon kepala OPD kepada pemerintah daerah.
“Saya menekankan dalam penulisan makalah, tawarkan apa yang menjadi program unggulan. Nantinya itu bisa menjadi kontrak kepala dinas kepada bupati, sehingga bupati dapat melihat bahwa calon kepala dinas memiliki keinginan kuat dan mimpi yang tinggi, bukan hanya melaksanakan apa yang sudah tertuang dalam DPA,” jelasnya.
Proses seleksi juga menggali kemampuan peserta secara lebih menyeluruh. Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Jawa Timur, Anom Surahno, mengatakan tim asesor akan melihat sejumlah aspek sebelum menentukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Aspek yang akan kita gali antara lain kompetensi, pengalaman, potensi kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, kemampuan menyelesaikan permasalahan, integritas, serta komitmen terhadap Kabupaten Penajam Paser Utara,” katanya.
Sebanyak 33 peserta lolos seleksi administrasi dan mengikuti tahapan berikutnya. Namun, satu peserta tidak dapat mengikuti proses seleksi karena alasan kesehatan. (Humas/ Red. No)