Sekretaris Komisi I: Pidato Presiden Jadi Catatan Penting

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, mengatakan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto selaras dengan kondisi bangsa saat ini. Makanya, ia menyatakan, Indonesia masih belum sepenuhnya stabil. Terutama usai Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Prosesnya Panjang sampai berimbas ke pilkada (Pemilihan Kepala Daerah, Red.),” ujarnya, saat diwawancara awak media usai Rapat Paripurna ke-30 DPRD Kaltim, Jumat (15/8/2025) hari ini.

Bagi politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, pidato Presiden Prabowo Subianto yang menguraikan tema Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80 –“Bersatu Berdaulat, Masyarakat Sejahtera, Indonesia Maju”– menjadi hal penting yang harus disimak.

“Pidato Presiden tentunya jadi catatan penting. Saya pikir dari situ cermin persatuan pasca pilpres yang cukup berdarah-darah, bahkan mungkin juga pilkada dan seterusnya,” ucapnya.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini, pidato kenegaraan menjadi agenda rutin jelang HUT RI yang setiap tahun. Makanya, di momen inilah, seluruh masyarakat diminta untuk memaknai kemerdekaan.

“Dalam pidatonya presiden menyebutkan capaian-capaian yang sudah diraih bersama Wakilnya Gibran. Kemudian ada beberapa hal yang mungkin tantangan ke depannya,” ungkapnya.

“Saya pikir ini momentumnya bagi kita semua untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan pilihan politik dan segala macamnya yang ada kaitannya dengan demokrasi. Saatnya kita bersatu membangun bangsa ini sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing untuk bisa berdaulat,” tutup Salehuddin. (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page