SDI Bisa Ukur Partisipasi Masyarakat Berolahraga

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Kabid Pembudayaan Olahraga, Dispora Kaltim, AA Bagus Surya Saputra, mengungkapkan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) atau yang disebut Sport Development Index (SDI), merupakan bagian dari program pihaknya. Dengan SDI, Dispora Kaltim bisa melihat seberapa tinggi tingkat capaian partisipasi masyarakat untuk berolahraga.

“SDI sangat bermanfaat sebagai landasan pengambilan kebijakan bagi Dispora Kaltim maupun Dispora di kabupaten/kota dalam menyusun program dan kegiatan secara terukur, efisien, dan efektif,” ulasnya.

AA Bagus Surya Saputra menjelaskan, intervensi kebijakan dapat dilakukan dengan tepat dan terarah sehingga berdampak pada pembangunan di Kaltim melalui SDI. “Kebijakan pembangunan olahraga di Kaltim perlu disusun berdasarkan data dan bukti-bukti empirik hasil suatu kajian ilmiah. Harus mulai merubah berbagai kebijakan olahraga yang bias tujuan dan bertransformasi menuju kebijakan berbasis bukti,” sebutnya.

Disamping itu, AA Bagus Surya Saputra menegaskan, harus disadari bahwa SDI hanyalah potret hasil pembangunan olahraga. “Maka, hal yang paling penting adalah langkah, rumusan kebijakan, program dan kegiatan tindak lanjut apa setelah kita mendapatkan gambaran pembangunan keolahragaan kita,” jelasnya.

Kata AA Bagus Surya Saputra, dalam Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON, salah satu visinya pada 2045 adalah “Mewujudkan Indonesia Bugar”. Untuk mewujudkan itu, 70 persen masyarakat harus berpartisipasi aktif berolahraga sebanyak 3 kali seminggu dengan durasi minimal 60 menit.

“Sehingga diharapkan 60 persen memiliki tingkat kebugaran jasmani baik. Angka menuju 70 persen partisipasi masyarakat berolahraga di 2045 diupayakan dicapai secara gradual,” tutupnya. (nu/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page