Satpol PP Manfaatkan CCTV Cegah Anjal

Balikpapan – Kehadiran ibu kota negara (IKN) secara tidak langsung memberikan dampak bagi daerah di sekitarnya.
Terutama bagi Kota Balikpapan yang menjadi kota penyangga sekaligus gerbang IKN. Dampak yang paling dirasakan adalah peningkatan jumlah penduduk, yang mendorong meningkat permasalahan dampak sosial. Salah satunya adalah peningkatan anak jalanan.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan terus berupaya melakukan pemantauan secara intensif terhadap anak jalanan (anjal) dan pengamen di berbagai titik strategis kota, terutama di persimpangan jalan.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat Balikpapan, sekaligus mendukung kebijakan tata kelola kota yang tertib dan aman.
Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono mengatakan, pengawasan terhadap anjal dan pengamen ini telah menjadi prioritas pihaknya.
Guna meningkatkan efektivitas pemantauan, Satpol PP Balikpapan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) memanfaatkan Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di beberapa titik lampu merah dan persimpangan.
Dengan bantuan CCTV ini, petugas dapat mengawasi pergerakan anjal dan pengamen secara real-time dan segera menindaklanjutinya jika ditemukan pelanggaran.
“Kita kerja sama dengan Dishub untuk pemantauan anjal ini. Sehingga jika ditemukan, petugas segera meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Boedi Liliono kepada wartawan, Selasa (29/10/2024).
Boedi menambahkan bahwa salah satu lokasi yang kerap menjadi titik berkumpulnya anjal dan pengamen adalah di sekitar persimpangan Muara Rapak.
Di lokasi tersebut, banyak ditemukan anak jalanan dan pengamen yang berasal dari luar Balikpapan.
Setelah dilakukan penangkapan, Satpol PP kemudian melakukan pendataan dan bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan pembinaan lebih lanjut. “Setelah kita tangkap, dilakukan pendataan. Untuk kemudian diserahkan ke Dinsos untuk dipulangkan ke daerah asalnya,” jelasnya.
Penggunaan CCTV dalam pengawasan ini dinilai sangat efektif untuk mengatasi masalah ketertiban di jalan raya, sekaligus mencegah risiko gangguan keamanan yang mungkin timbul.
Sistem pemantauan yang terkoneksi dengan CCTV Dishub ini memungkinkan pihak Satpol PP untuk melakukan pengawasan yang lebih cepat dan responsif terhadap laporan masyarakat.
Selain itu, langkah ini juga sebagai bagian dari upaya preventif dalam mengendalikan arus migrasi anak jalanan dari daerah lain yang masuk ke Balikpapan.
Dengan pengawasan yang semakin ketat, Pemkot Balikpapan berharap dapat menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman dan aman bagi warga, khususnya di titik-titik ramai seperti persimpangan jalan.
Upaya ini juga menjadi bagian dari program Pemkot dalam mengurangi angka anak jalanan dan pengamen, sekaligus mendukung terciptanya wajah kota yang lebih tertata dan bebas dari kegiatan yang mengganggu ketertiban umum.
Langkah kolaboratif antara Satpol PP dan Dishub Balikpapan ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam menciptakan kota yang tertib dan ramah bagi seluruh warganya.
Harapannya, dengan kerjasama yang baik antar instansi ini, permasalahan anak jalanan dan pengamen dapat diminimalisir, sehingga Balikpapan menjadi kota yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi semua.
(Dan)