Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab PPU Gelar Operasi Pasar

Timur Media, Penajam – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menggelar operasi pasar sembako dan LPG 3 kilogram.
Kegiatan yang menyasar masyarakat yang membutuhkan dan upaya pemerintah menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Dengan menggandeng Perum Bulog, toko modern, serta agen distributor lokal untuk menyediakan sejumlah komoditas dengan harga lebih rendah daripada pasaran.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU Marlina mengatakan operasi pasar menyasar wilayah yang membutuhkan pasokan bahan pokok dan LPG. Sebab, saat menjelang perayaan 17 Agustus ada peningkatan aktivitas warga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Selain itu, kegiatan ini untuk menekan harga sejumlah komoditas yang masih mahal,” ujar Marlina,
Pemerintah menghadirkan sejumlah bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selisih harga tersebut agar dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus meringankan beban pelaku UMKM.
“Bawang merah dan bawang putih menjadi salah satu komoditas yang mendapat selisih harga cukup signifikan. Pemkab PPU menjualnya Rp32.000 per kilogram, sedangkan harga pasar berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram,” terangnya.
“Selain bawang merah dan putih, Beras Premium juga tersedia dengan seharga Rp77.000 per sak. Yang mana Harga tersebut lebih rendah daripada harga pasar yang mencapai Rp85.000 atau lebih,” tambahnya.
Selain itu, beras SPHP (Bulog) di harga Rp60.000, Minyakita 2 liter Rp31.400 dan Minyak Saru 2 liter Rp43.000. Selanjutnya, gula pasir Rp19.000 per Kg, tepung terigu Rp12.000 per Kg, dan telur ayam Rp55.000 per piring berisi 30 butir.
Harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik bagi masyarakat. Operasi pasar juga menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat ketika kebutuhan rumah tangga dan UMKM meningkat menjelang perayaan kemerdekaan.
Selain sembako, Pemkab PPU menyediakan LPG 3 kilogram melalui salah satu distributor lokal. Sebanyak 200 tabung LPG bersubsidi tersebut langsung habis terjual.
Pemkab PPU menetapkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp21.000 per tabung. Termasuk juga menerapkan mekanisme pembelian menggunakan KTP.
“Untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran,” jelasnya.
Data pembeli kemudian dicocokkan melalui aplikasi MyPertamina. Langkah tersebut bertujuan mencegah pembelian secara borongan oleh pengecer sehingga pasokan dapat menjangkau masyarakat umum dan pelaku UMKM yang membutuhkan.
“Prioritas kami adalah masyarakat umum dan pelaku UMKM yang aktivitas memasaknya meningkat selama kegiatan Agustus,” terangnya.
Pemkab PPU berencana melanjutkan operasi pasar serupa ke sejumlah wilayah lain setelah kegiatan di Penajam. Waru, Sukaraja, dan Maridan menjadi beberapa lokasi yang masuk rencana pelaksanaan berikutnya.