Prestasi SKOI Dianggap Menurun

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Sejak tak lagi berada di bawah Dispora Kaltim, performa Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim dianggap menurun. Hal itu tak hanya dilihat dari fisik atlet, tetapi juga histori prestasi di sejumlah ajang.

“Mau tidak mau kami ambil alih sementara. Tetapi bukan sekolah, tapi seperti sentra-sentra olahraga,” kata Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dispora Kaltim, Rasman . “Kalau sekolah kan ada aturannya oleh Disdikbud Kaltim,” timpalnya.

Selain SKOI Kaltim, Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kaltim juga mendapat sorotan. Kendati begitu, sorotan ini dilakukan untuk memperkuat prestasi atlet di pelbagai ajang. Apalagi, hampir 85 persen hasil didikan PPLP di seluruh Indonesia menjadi juara di sejumlah cabor.

Artinya, pembinaan PPLP itu sangat dimungkinkan untuk diperbanyak di tingkat Kaltim. Apalagi PPLP dibiayai langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “Tapi nanti di sini, dibiayai oleh provinsi,” sebutnya.

Bagi Rasman Rading, baik SKOI Kaltim dan PPLP Kaltim, harus sejalan. Sebab, keduanya sama-sama menjadi pemusatan pelatihan. Namuan, dia mengaku menyayangkan kuota cabor yang masuk dalam PPLP Kaltim sangat minim. Diantaranya silat, panahan, dan taekwondo. “Ini menjadi evaluasi bersama. Artinya, sekolah olahraga itu harus menjadi perhatian pemerintah,” bebernya. (nu/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page