PPU Tawarkan 6 Proyek Investasi di MIF

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan enam proyek investasi yang dinilai siap ditawarkan kepada investor dalam Mahakam Investment Forum (MIF) yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
Enam proyek tersebut dituangkan dalam dokumen *Investment Project Ready to Offer* (IPRO). Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengatakan proyek yang disiapkan telah melalui proses evaluasi dengan mempertimbangkan tingkat kesiapan masing-masing proyek.
Menurutnya, Pemkab PPU tidak sekadar menawarkan potensi investasi, tetapi memprioritaskan proyek yang memiliki kesiapan lebih baik untuk ditindaklanjuti investor.
“MIF akan menghadirkan investor dari berbagai negara. Kami menyiapkan enam IPRO, di antaranya pelabuhan, peternakan sapi modern hingga perumahan,” kata Hadi, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab PPU juga mengevaluasi sejumlah proyek yang sebelumnya telah ditawarkan dalam forum investasi pada 2024. Beberapa proyek saat itu mendapat perhatian investor, namun belum dapat ditindaklanjuti karena masih menghadapi kendala infrastruktur.
Salah satunya rencana pembangunan industri pengolahan udang vaname yang terkendala ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemkab PPU dalam menentukan proyek yang akan ditawarkan pada MIF 2026.
“Budidayanya tetap bisa kami tawarkan. Untuk industri pengolahannya, kami harus melihat kesiapan air bersih karena kebutuhan industrinya besar, sementara layanan air minum di PPU belum sepenuhnya terpenuhi,” ujarnya.
Enam IPRO yang disiapkan mencakup sejumlah sektor, antara lain logistik pelabuhan, perumahan, perhotelan atau mess, peternakan modern, serta industri pengolahan limbah.
Untuk sektor peternakan modern, Hadi menyebut PPU memiliki sejumlah fasilitas pendukung, termasuk lahan dan rumah potong hewan (RPH).
“Kita punya lahan, peternakan juga bagus dan RPH sudah siap. Tinggal bagaimana pengelolaannya dibuat lebih baik,” katanya.
Penyusunan dokumen IPRO dilakukan Pemkab PPU bersama sejumlah perangkat daerah terkait. Di antaranya Bapelitbang, DPMPTSP, serta staf ahli bidang ekonomi.
Dokumen tersebut selanjutnya akan dibawa dalam MIF sebagai bahan penawaran investasi kepada calon investor yang hadir dalam forum tersebut.