PPU Perketat Standar Layanan MBG, SPPG Wajib Benahi Sistem Pelayanan

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmen penuh untuk meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Langkah ini menjadi upaya strategis untuk memastikan bahwa layanan gizi bagi peserta didik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan secara nasional.
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah daerah menemukan sejumlah kekurangan yang harus segera diperbaiki. Salah satunya adalah penggunaan wadah makanan tanpa perlengkapan sendok, sehingga siswa terpaksa membawa alat makan dari rumah. Kondisi tersebut dinilai tidak konsisten dengan prinsip higienitas yang menjadi pilar utama program.
Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan memberikan instruksi kepada seluruh pengelola SPPG agar melengkapi fasilitas pendukung layanan makan. Pemerintah menegaskan bahwa aspek kelayakan dan kebersihan harus menjadi perhatian utama dalam setiap proses penyajian makanan.
Selain peralatan makan, pemerintah juga menyoroti keseragaman porsi menu antara anak usia dini dan anak berusia lebih besar. Kondisi ini dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dan kapasitas konsumsi yang berbeda pada setiap kelompok usia, sehingga dibutuhkan penyesuaian yang lebih tepat.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, mengatakan bahwa evaluasi tersebut bertujuan memperbaiki kualitas layanan tanpa mengubah pedoman biaya dan standar nasional. Menurutnya, pembenahan harus tetap berada dalam kerangka regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.
“Menu untuk anak usia dini kami dapati porsinya sama dengan anak di atasnya. Itu tidak ideal. Karena itu kami komunikasikan dengan SPPG bagaimana menyiasati packing-nya agar lebih sesuai,” ungkapnya.
Saat ini, program MBG di PPU telah menjangkau sekitar 7.250 anak. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan hingga 10 ribu anak melalui penguatan dan penambahan unit SPPG baru di wilayah yang membutuhkan.
Pemerintah juga menyiapkan strategi untuk membangun SPPG satelit di daerah terpencil sebagai langkah pemerataan akses program gizi. Dengan kehadiran unit tersebut, pemerintah berharap seluruh anak dapat menikmati layanan secara merata, tanpa hambatan jarak dan infrastruktur.
Tohar menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak, termasuk mitra pelaksana seperti BGN dan yayasan penyedia layanan. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan.
“Kita support penuh kebijakan nasional ini. BGN dan yayasan yang bermitra harus menjalankannya dengan baik, tanpa ada yang kurang,” tegasnya. (ADV/No)