PPU Jadikan Jingle Ise Kabar Taka sebagai Identitas Musikal Daerah

Timur Media, Penajam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penggunaan jingle “Ise Kabar Taka” sebagai salah satu identitas musikal daerah. Jingle tersebut kini diarahkan untuk digunakan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan.
Penggunaan jingle itu diatur melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4/330/Tu-Pimp/Itpp-Bapelitbang tentang Penggunaan Jingle “Ise Kabar Taka”.
Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, mengatakan jingle tersebut merupakan karya Muhammad Ismail yang meraih juara pertama Lomba Jingle Gebyar Gerbang Nusantara tingkat Kabupaten PPU 2025. Karya tersebut juga telah tercatat di Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Menurut Arif, jingle “Ise Kabar Taka” dirancang untuk menghadirkan identitas musikal yang merepresentasikan karakter dan budaya masyarakat PPU. Penggunaan bahasa Paser menjadi salah satu unsur yang memperkuat identitas lokal dalam karya tersebut.
“Jingle ini dihasilkan melalui lomba inovasi yang kami selenggarakan untuk menciptakan identitas musikal daerah. Kami ingin PPU memiliki jingle yang mencerminkan budaya dan karakter masyarakat setempat,” kata Arif.
Ia menjelaskan, penggunaan bahasa Paser dalam jingle tersebut tidak terlepas dari akar budaya masyarakat PPU. Karena itu, pemerintah daerah ingin keberadaannya tidak hanya menjadi pelengkap dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas daerah.
Melalui surat edaran tersebut, penggunaan jingle diarahkan dalam kegiatan resmi pemerintah mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan. Pemkab PPU juga mendorong masyarakat serta perusahaan yang berdomisili di daerah tersebut untuk turut menggunakannya.
Arif berharap penggunaan secara lebih luas dapat membuat “Ise Kabar Taka” semakin dikenal dan menjadi salah satu penanda Kabupaten PPU.
“Kami sudah mengatur penggunaannya melalui surat edaran bupati. Harapannya, jingle ini bisa menjadi ciri khas PPU sehingga masyarakat maupun orang dari luar daerah lebih mudah mengenalinya,” ujarnya.
Selain jingle, Bapelitbang PPU juga menyiapkan rencana lomba penciptaan hymne daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat identitas musikal daerah yang sesuai dengan perkembangan dan arah pembangunan PPU.
Arif mengatakan hymne yang selama ini digunakan belum memiliki pencatatan hak cipta dan masih memuat nuansa visi dan misi kepala daerah sebelumnya.
Karena itu, pemerintah daerah berencana menggelar lomba untuk menghasilkan hymne baru yang dapat merepresentasikan visi dan misi kepemimpinan saat ini sekaligus memperkuat identitas PPU sebagai Gerbang Nusantara.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkan karakter budaya PPU kepada masyarakat luas di tengah perkembangan wilayah sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara. (ADV)