Potongan DBH dari Pusat Besar, OPD Diminta Siapkan Langkah Strategis

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Potongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat untuk Kalimantan Timur (Kaltim), dianggap terlalu besar. Padahal, Benua Etam merupakan penghasil batu bara terbesar di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim harus mengambil langkah serius untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kalau berbicara soal DBH batu bara, kita termasuk yang paling besar sebagai penyuplai. Tapi justru kita masih terkena potongan,” ujarnya, saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, belum lama ini.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini meminta, Pemprov Kaltim Harus membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat agar potongan DBH tidak merugikan Kaltim sebagai daerah penghasil.

“Saya kira perlu ada diplomasi khusus dengan Pemerintah Pusat agar Kaltim mendapat kebijakan yang lebih adil. Jangan sampai potongannya terlalu besar, karena kita ini daerah penghasil,” ucapnya.

Akhmed Reza Fachlevi menyatakan, Komisi III DPRD Kaltim siap merespon masalah ini dan membantu Pemprov Kaltim. “Kami sudah menyampaikan masukan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red.) terkait agar menyiapkan langkah strategis,” ungkapnya.

“Menurutnya saya, DPRD Kaltim memiliki peran penting mendorong agar suara Kaltim lebih didengar di tingkat pusat,” ulas Akhmed Reza Fachlevi. (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page