Potensi Perikanan Air Payau PPU Terabaikan, Petambak Butuh Perhatian Nyata

Timur Media, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki potensi besar dalam sektor perikanan budidaya air payau. Namun, hingga kini peluang tersebut belum mampu dioptimalkan secara maksimal oleh pemerintah daerah, terutama dalam pemberian dukungan yang menyeluruh kepada para petambak.

Petambak lokal, terutama di wilayah pesisir, masih didominasi oleh budidaya bandeng. Padahal komoditas lain seperti udang windu, nila, mujair, dan lele juga memiliki pasar yang menjanjikan.

“Masalahnya, para petambak kesulitan mencoba budidaya jenis lain karena tidak ada pembinaan teknis yang memadai. Mereka takut rugi jika gagal panen,” ujar anggota DPRD PPU, Andi Iskandar Hamala.

Ia menegaskan, pemerintah belum melihat potensi budidaya secara strategis sebagai kekuatan ekonomi lokal. Program bantuan selama ini dianggap bersifat sporadis, tanpa adanya pemetaan potensi dan strategi jangka panjang yang berkelanjutan.

Menurut Iskandar, selain minimnya bantuan modal dan alat produksi, ketiadaan penyuluh lapangan aktif juga menghambat kemajuan sektor ini. Padahal, pendampingan adalah kunci agar petambak bisa mengatasi persoalan seperti penyakit ikan, perubahan salinitas air, dan fluktuasi pasar.

“Kalau petambak tidak didampingi, mereka tidak punya referensi saat menghadapi kendala teknis. Akhirnya mereka kembali ke pola lama yang dianggap aman, tapi potensi penghasilannya rendah,” jelasnya.

DPRD PPU mendorong agar pemerintah membuat roadmap pengembangan perikanan budidaya yang berbasis kawasan dan karakteristik lahan. Dengan pendekatan itu, jenis komoditas bisa disesuaikan dengan kondisi setempat, serta diikuti dengan pelatihan dan akses permodalan.

Iskandar juga menyoroti pentingnya inovasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi atau lembaga riset agar budidaya tidak stagnan. Ia menilai stagnasi sektor perikanan bisa menjadi kerugian besar di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah.

“Kita punya sumber daya, tapi belum dikelola dengan pendekatan yang modern dan sistematis. Ini saatnya melakukan perubahan,” tegasnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page