Posyandu Garda Terdepan Penanganan Stunting di Kaltim

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Syahariah Mas’ud, mengatakan upaya pencegahan stunting di Benua Etam harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Kondisi gagal tumbuh pada anak ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dan masa depan bangsa, sehingga penanganannya membutuhkan strategi komprehensif.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menekankan, pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian asupan gizi, melainkan memerlukan pendekatan yang menyeluruh.

“Stunting bukan sekadar soal makanan tambahan. Yang lebih penting adalah kesadaran orang tua untuk rutin membawa anak ke posyandu agar tumbuh kembangnya terpantau,” jelasnya.

Dia menilai peran keluarga sangat krusial dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.Sementara pemeriksaan rutin di posyandu menjadi langkah strategis untuk mencegah stunting secara lebih luas.

Kendati angka stunting di Kaltim menunjukkan tren menurun, Syahariah Mas’ud mengakui masih terdapat tantangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan anak secara berkala.

“Selain peningkatan layanan kesehatan di desa dan kelurahan, edukasi kepada masyarakat harus digalakkan. Kunci utamanya ada pada kesadaran kolektif,” terangnya.

Dia juga menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim terus mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk program kesehatan ibu dan anak. Kesetaraan akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah pedalaman, masih menjadi tantangan yang harus diatasi.

“Kami berkomitmen memastikan setiap kebijakan dan anggaran kesehatan tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena masa depan anak-anak Kaltim adalah masa depan kita bersama,” tandas Syahariah Mas’ud. (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page