Popda Kaltim XVII Kaltim Dintunda, Ini Penjelasan Bupati PPU

Timur Media, Penajam – Gelaran Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) Kalimantan Timur (Kaltim) ke XVII tahun 2025 yang rencananya akan di selengarakan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tertunda.

Terkait penundaan pagelaran lomba olah raga 2 tahunan untuk pelajar itu, Bupati PPU, Mudyat Noor pun angkat bicara. Menurutnya penundaan terjadi bukan karena daerah yang di pimpinnya tidak siap. Tetapi terkendala Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, yang tak kunjung disahkan.

“Kita tunggu pengesahan APBD-P, walaupun sebenarnya pada APBD Murni 2025 ada anggaranya, tetapi berbeda nomenklaturnya. Sehingga tidak bisa dilaksanakan, karena tidak dimungkinkan menggunakan anggaran yang berbeda nomenklaturnya karna menyalahi regulasi. Kita biacara anggaran pemerintah ini berbicara aturan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mudyat juga menerangkan jika pelaksanan Popda sebenarna merupakan tugas pokok dan fungsi dari Pemerintah Provinsi Kalimtan Timut, sehingga tidak tepat jika menyudutkan kabupaten PPU jika terjadi penundaan. Terlebih kegiatan ini juga menlan anggran yang cukup besar.

“Sejogyanya POPDA pelaksananya Pemerintah Provinsi itu yang harus kita pahami. Dulu diawal sempat saya tolak karena dibebankan ke kabupaten,” tegasnya.

APBD PPU Tahun 2025 sekitar 2,4 Triliun, dan menjadi yang terendah dari daerah lain di Kaltim. Sehingga dengan kebutuhan anggaran sekitar 12 Miliar untuk, 16 cabang olahraga yang direncanakan, dikatakan Mudyat, tak sebapadan jika dibebankan semuanya kepada daerah yang dimpimpinnya, karena ditakutkan menambah beban daerah.

“Awalnya mau saya tolak itu kalo semua mau di bebankan ke PPU. Masih untung kiita (pemerintah Kabupaten PPU) mau menganggarkan untuk Pembukaan, Penutupan dan konsumsi seluruh peserta sebesar 4 miliar. Kan itu gawaiannya dia (Pemerintah Provinsi Kaltim), jadi jangan dibebankan keseluruhannya kekita” tegasnya.

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page