Pj Bupati PPU Dukung Pusat Plasma Nutfah Nasional di Kaltim

Timur Media Penajam – Dalam upaya mendukung keberlangsungan ekosistem alam dan melestarikan keanekaragaman hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dipimpin oleh Menteri Siti Nurbaya Bakar, bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rut Kruger Giverin, melaksanakan deklarasi penetapan Taman Nasional Mamberamo. Acara ini juga menandai groundbreaking Pusat Plasma Nutfah Nasional yang berlangsung di kawasan persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku.
Penjabat Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Zainal Arifin, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya ini akan menjadi pusat koleksi, konservasi, dan pengembangan plasma nutfah di Indonesia.
“Kami di Kabupaten PPU siap terlibat dan mendukung penuh, terutama karena kawasan ini akan menjadi pusat koleksi, konservasi, dan pengembangan plasma nutfah, yang merupakan bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia,” ujar Zainal.
Dia juga menjelaskan bahwa kawasan Mentawir memiliki keanekaragaman hayati yang unik dan cocok untuk dijadikan pusat pengembangan.
“Kawasan plasma nutfah nasional ini akan menjaga keberlangsungan ekosistem, terutama hutan alam di Kalimantan,” tambahnya.
Zainal mengungkapkan bahwa Kabupaten PPU memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan dan berkontribusi sebagai smart forest smart city, selaras dengan visi Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami mendeklarasikan diri sebagai Serambi Nusantara, yang berarti kami adalah bagian kecil dari IKN, dengan pengelolaan lingkungan yang setara,” kata Zainal.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Siti Nurbaya dan jajaran KLHK, serta para peneliti lingkungan dari mancanegara, yang telah berkontribusi dalam suksesnya groundbreaking Pusat Plasma Nutfah Nasional.
“Ini adalah kebanggaan bagi kami di PPU, dan kami akan terus mendukung dan menjaga pengembangan ekosistem hutan Kalimantan,” tutupnya. (ADV)