Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Mengema di Rapat Paripurna ke-30 DPRD Kaltim

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Tujuh belas Agustus 2025, 80 tahun sudah para pendiri bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Proklamasi itu adalah momen penting dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk berdiri di atas kaki sendiri. Setelah deklarasi Kemerdekaan,Indonesia berperang selama 5 tahun merebut kemerdekaan dengan senjata, diplomasi, dan semua kekuatan hingga kedaulatan benar-benar dapat direbut dan diakui pada 1949.

Kata-kata di atas diucapkan dengan lantang oleh Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), serta Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jumat (15/8/2025) hari ini, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Di Kota Samarinda, pidato kenegaraan itu ditampilkan di dua layar besar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim). Suasana Rapat Paripurna ke-30, kali ini, memang tampak berbeda dibanding biasanya. Nuansa merah dan putih mengiasi sebagian besar kantor legislator di Karang Paci itu, Jumat (15/8/2025) hari ini.

DalamRapat Paripurna ke-30 DPRD Kaltim, agenda utamanya adalah mendengar pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80. Tema yang diangkat adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

“Kali ini kita akan menyimak pidato kenegaraan bapak Presiden Prabowo. Diperingati setiap tahun setiap tanggal 17 Agustus adalah hari monumental. Sudah 80 tahun kemerdekaan Indonesia dan ini melanjutkan semangat kemerdekaan dan semangat nasionalisme,” ujar Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, sesaat sebelum pidato knegaraan Presiden Prabowo Subianto disiarkan.

Menurut politisi partai Golongan Karya (Golkar) ini, setiap langkah untuk memajukan bangsa merupakan kelanjutan perjuangan para pendahulu. Ia berharap seluruh masyarakat, khususnya di Kaltim, dapat bergotong royong untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Bagi Hasanuddin Mas’ud, pidato kenegaraan menjadi sarana untuk menampilkan hasil pembangunan Presiden Prabowo Subianto selama masa kepemimpinannya. Kendati demikian, ia mengakui masih banyak pembangunan yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung, termasuk pemberdayaan ekonomi rakyat dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kita berharap 2025 di Kaltim sejumlah program dapat terealisasi karena ini adalah janji yang harus dipenuhi kepada masyarakat. Dirgahayu Indonesia yang ke-80, semoga kita semua dapat mengisi kemerdekaan,” tutupnya/ (tm/adv)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page