Perusahaan Pemegang IUP PKP2B Diminta Tidak Rugikan Masyarakat

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Aktivitas penambangan baru bara di sejumlah kabupaten/kota banyak dikeluhkan warga. Akibatnya aktivitas penambangan dituding jadi penyebab hilangnya sumber air bersih dan warga kerap diserang hama hutan.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syarifatul Sya’diah mengatakan, sebelum ada aktivitas perusahaan tambang, warga banyak yang menanam pohon . Selain untuk konsumsi pribadi, hasil kebun yang melimpah bisa dijual. Namun menjadi berbeda sejak kehadiran perusahaan ambang di lingkungan mereka.
“Sekarang, jangankan ada buahnya, semua habis diserang monyet dan hama hutan lainnya. Habitat mereka terganggu akibat beroperasinya perusahaan tambang,” katanya.
Syarifatul Sya’diah meminta agar perusahaan pemegang IUP PKP2B jangan sampai terus-terusan merugikan rakyat. Ia juga menegaskan, perusahaan yang sudah diberi kontrak PKP2B oleh pemerintah pusat di daerah, seyogianya mau bekerjasama dan mau memperhatikan kondisi masyarakat daerah.
Supaya masyarakat juga merasakan dampak positif atas kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut yang bukan hanya sekedar mengeruk hasil alam di Kaltim.
“Wajar kalau masyarakat banyak menuntut terkait dengan bantuan dan juga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat daerah,” kata Samsun politisi PDI Perjuangan.
“Saya siap fasilitasi selagi untuk kepentingan rakyat,” sambung Syarifatul Sya’diah. (tm/adv)