Perubahan Sistem di Program MBG Ancam Pelaku Usaha dan Investor

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Banyaknya masalah di pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim). Meski tidak terjadi di Benua Etam, hal tersebut menjadi catatan penting bagi para legislator Karang Paci.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, masalah tersebut harus dicari solusinya. Namun jika Langkah yang ditempuh tersebut dialkukan engan merubah kebijakan, maka dipastikan akan menimbulkan kerugian bagi para pelaku usaha atau investor yang telah lebih dulu berpartisipasi dalam program nasional tersebut.

“Kalau tiba-tiba ada perubahan sistem, kami khawatir pelaku MBG yang sudah berinvestasi justru dirugikan,” ucapnya.

“Kasihan mereka. Karena itu, perlu penyesuaian dari pusat agar tidak disamaratakan. Daerah punya kondisi yang berbeda-beda,” imbuh politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Ia menilai, sebagai program perdana yang diterapkan secara nasional, MBG memang membutuhkan waktu adaptasi yang cukup panjang. Baba bahkan mencontohkan dua dapur MBG di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berjalan cukup baik, namun tetap memerlukan pengawasan intensif setiap hari.

“Setahu saya, ada dua dapur MBG di Kukar yang berjalan cukup baik. Tapi memang perlu perhatian ekstra setiap hari, terutama dari pemilik dan pengawas MBG,” ujar Baba. (tm/adv)

 

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page