AdvDPRD PPU

Permerintah Harus Perhatikan Irigasi Pertanian

Banyak Alih Fungsi Lahan Pertanian Karna Irigasi

Reporter : Teguh | Editor : Faisal

Timur Media, Penajam – Banyak petani mengalihfungsikan lahan persawahan atau pertanian tanaman pangan menjadi kebun kelapa sawit karena persoalan irigasi, hal ini karena pemerintah kabupaten setempat belum melakukan pembangunan dan perbaikan. 

Sehingga Anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Syamsuddin Alie, mengatakan pemerintah perlu memperhatikan pembangunan irigasi untuk pertanian.

“Meski ada aturan yang melarang petani melakukan alih fungsi lahan, Tetapi tindakan pertani tidak bisa langsung disalahkan, masalahnya belum ada bendungan untuk pengairan lahan persawahan mereka,” ujar anggota Komisi II DPRD PPU tersebut ketika ditemui di Penajam, Rabu.

Selama permasalahan irigasi belum teratasi Lanjutnya, alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit tersebut, sulit dibendung atau dihentikan

Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara sedikitnya 948 hektare lahan persawahan di daerah itu hilang dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Kebanyakan petani mengalihkan fungsi lahan pertanian milik mereka dengan alasan kesulitan mendapatkan air untuk pengairan sawah.

Masalah irigasi jelas Syamsuddin Alie, sudah ada sejak Kabupaten Penajam Paser Utara dimekarkan dari Kabupaten Paser pada 2002.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Syamsudim Ali, seharusnya cepat tanggap mengatasi ketersediaan sumber air baku untuk mengairi lahan persawahan di wilayah itu.

“Permasalahan irigasi itu sudah lama sehingga jika petani alih fungsikan lahan sawah mereka menjadi kebun sawit menjadi seperti hal yang wajar,” ucap Syamsuddin Alie.

“Untuk mencegah maraknya alih fungsi lahan persawahan sumber air bagi lahan pertanian harus dibangun,” tambah politikus Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button