Pentas PAI Penajam 2026, Wabup PPU Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter Anak

Timur Media, Penajam – Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Penajam Tahun 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat karakter dan nilai keagamaan peserta didik sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin saat membuka Pentas PAI tingkat SD se-Kecamatan Penajam di SDIT Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Selasa (20/9/2026).

Abdul Waris mengatakan, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk moral dan akhlak anak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang berlangsung cepat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, saya sangat menyambut baik serta mendukung diselenggarakannya kegiatan Pentas Pendidikan Agama Islam tingkat sekolah dasar se-Kecamatan Penajam. Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan untuk meraih juara, melainkan wadah yang sangat strategis dalam membina karakter, mengasah potensi, serta menanamkan nilai keagamaan sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama menjadi salah satu fondasi untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.

Karena itu, ia meminta para peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti perlombaan. Keberanian tampil, kejujuran dan kemauan untuk terus belajar dinilai lebih penting dalam proses pembentukan karakter.

“Menang atau kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal yang biasa. Namun, keberanian untuk tampil, kejujuran dan semangat belajar adalah kemenangan yang sesungguhnya,” kata Abdul Waris.

Ia juga mengapresiasi peran guru dan orang tua yang mendampingi proses pendidikan anak. Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya berlangsung melalui kegiatan perlombaan, tetapi juga melalui pembiasaan dan pembelajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Abdul Waris secara khusus mengingatkan para guru, terutama guru agama, agar terus memberikan bimbingan kepada peserta didik. Pembelajaran dasar seperti tata cara berwudu, salat, doa hingga hafalan surat-surat pendek dinilai penting sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.

Ia berharap dukungan terhadap pendidikan agama Islam di PPU terus diperkuat. Dukungan tersebut, kata dia, perlu mencakup pelaksanaan kegiatan serupa di tingkat kabupaten maupun keberlanjutan program pada tahun-tahun berikutnya.

“Bagi Pemerintah Kabupaten PPU, pendidikan agama sejak jenjang sekolah dasar merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia. Generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter dan nilai moral diharapkan dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah pada masa mendatang.”pungkasnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page