Pengadaan Helikopter untuk Mahulu Kembali Mencuat

TIMURMEDIA, SAMARINDA – Pengadaan helikopter untuk Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali mencuat. Usulan ini dilakukan untuk mengatasi masalah keterbatasan infrastruktur di sana Ketika terjadi bencana.
Menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), pengadaan helikopter ini sejatinya pernah mengemuka di masa Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik. Dana operasional yang disiapkan saat itu bahkan mencapai Rp2 miliar untuk 6 bulan.
“Saat pak Akmal masih menjabat, Kaltim punya sistem patungan lintas lembaga dan itu sangat membantu. Tapi sayangnya, sekarang program tersebut seperti hilang ditelan waktu,” ujarnya, Jumat (8/8/2025) usai Rapat Paripurna ke-29 di Gedung DPRD Kaltim.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menerangkan, saat itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melakukan kerjasama khusus dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim dan Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Mulawarman. Helikopter yang digunakan pun disiagakan untuk mendukung berbagai kebutuhan. Mulai dari penanganan bencana hingga keperluan dinas darurat.
“Saya mendorong agar skema itu diaktifkan kembali. Bukan tidak mungkin kita juga membuka peluang untuk menggandeng pihak swasta melalui program CSR (Corporate Social Responsibility, Red.),” ucapnya.
Menurut Hasanuddin Mas’ud, penyediaan helikopter tak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Kita harus mulai berpikir kolaboratif. Kalau perusahaan besar di Kaltim ikut ambil bagian, kita bisa punya helikopter siaga untuk kondisi darurat. Ini soal kemanusiaan, bukan hanya soal logistik,” ulasnya. (*)