DPRD Bontang

Penanganan Banjir Diguyur 10 Persen APBD

TIMURMEDIA – Persoalan banjir di pelbagai kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, nampaknya juga menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam bahkan menjamin anggaran penanganan banjir tahun sebesar 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Jumlah itu secara akumulatif bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). Sementara dana Program Rp 200 Juta Per RT (Produta) diproyeksikan untuk penanganan drainase, normalisasi sungai, dan pembangunan turap sungai. Selain itu, anggaran penanggulangan banjir juga menjadi salah satu poin rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota 2020.

“Sudah disepakati 10 persen dari APBD untuk penanggulangan banjir,” ujar Faiz –sapaannya.

Dia menilai, metode penanganan banjir yang dilakukan secara parsial, seperti penurapan sungai di Gunung Telihan dan normalisasi waduk Kanaan, tidak efektif. Melainkan harus ditangani secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Saya lihat selama ini hanya dilakukan parsial. Makanya tadi waktu Musrembang saya minta penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh agar lebih efektif,” ujarnya.

Andi Faiz berharap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang segera melaksanakan program penanganan banjir yang sudah diusulkan dan diparipurnakan. “Harus segera dilaksanakan. Jangan tunggu lagi,” tutupnya. (fa/adv)

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button