Pemprov Kaltim Akan Tambah Bantuan Keuangan untuk Balikpapan

Balikpapan — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berencana menambah alokasi bantuan keuangan untuk Kota Balikpapan, seiring peran strategis kota ini sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, usai rapat koordinasi Badan Anggaran DPRD Kaltim bersama Pemerintah Kota Balikpapan, Rabu (6/8/2025).
Darlis menjelaskan, pertemuan membahas dua agenda utama: rencana belanja langsung Pemprov Kaltim yang dilaksanakan di Balikpapan dan alokasi bantuan keuangan (Bankeu) yang akan masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan.
“Belanja langsung adalah program yang menjadi tanggung jawab provinsi, tetapi pelaksanaannya ada di Balikpapan. Sedangkan bantuan keuangan merupakan alokasi anggaran dari APBD provinsi yang ditransfer secara tunai dan masuk ke batang tubuh APBD Kota Balikpapan,” ujar Darlis.
Dalam usulan Pemkot Balikpapan, nilai belanja langsung diharapkan mencapai lebih dari Rp2 triliun, sementara bantuan keuangan yang diusulkan sekitar Rp3 triliun.
Darlis mengakui angka tersebut cukup besar dan sulit direalisasikan sepenuhnya, mengingat banyaknya usulan dari kabupaten/kota lain di Kaltim. Meski begitu, ia menegaskan bahwa secara proporsional alokasi untuk Balikpapan akan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“APBD Kaltim pasti akan hadir lebih signifikan di Balikpapan. Pertama, karena Balikpapan harus mengejar ketertinggalan untuk menjadi penyangga utama IKN. Kedua, karena Balikpapan tetap menjadi pintu dan beranda utama Kalimantan Timur,” jelasnya.
Meski bukan berasal dari daerah pemilihan Balikpapan, Darlis mengatakan memahami pentingnya peran Balikpapan dalam pembangunan regional dan nasional. Ia menilai, peningkatan alokasi anggaran untuk kota ini merupakan langkah yang wajar dan strategis.
(Man)