Pemkot Gandeng TNI Keruk DAS Ampal Untuk Atasi Banjir


Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya menangani permasalahan banjir, salah satunya dengan melakukan pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Pengerjaan ini melibatkan TNI guna mempercepat proses dan memastikan tidak ada hambatan birokrasi.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyatakan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi melalui tahapan yang sistematis. Saat ini, Pemkot tengah mendata folder, bangunan pengendali banjir, serta melakukan evaluasi terhadap kajian Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada.
“Kita mau review lagi kajian yang sudah di-DED, apakah masih valid untuk dikerjakan. Yang paling penting adalah bagaimana mengalokasikan anggaran. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD sendiri untuk menyelesaikan banjir dan pelayanan air bersih,” ujar Bagus Susetyo kepada wartawan, Senin (24/3/2025).
Untuk itu, Pemkot berupaya mendapatkan bantuan keuangan dari APBN maupun APBD Provinsi. Sementara itu, untuk sektor pelayanan air bersih, investasi swasta diharapkan dapat menjadi solusi.
Bagus menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mempengaruhi program prioritas seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. “Efisiensi anggaran itu berlaku untuk kegiatan yang tidak efektif, seperti rapat di hotel atau perjalanan dinas yang tidak terukur. Tetapi untuk pemeliharaan infrastruktur, itu mutlak,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perencanaan anggaran besar untuk penanganan banjir akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Sementara itu, pada 2025, fokusnya adalah melakukan perawatan seperti penggalian saluran, pengerukan sedimentasi, serta perawatan folder yang tidak membutuhkan biaya besar.
Dalam waktu dekat, Pemkot bersama TNI akan melakukan pengerukan DAS Ampal, dengan alokasi dana sekitar Rp6 miliar. “Insya Allah minggu depan sudah bisa kita keruk-keruk. Alat berat sudah kita turunkan di Damai untuk pengerukan sedimentasi di depan PDAM,” jelasnya.
Pengerjaan ini mencakup pengambilan endapan sedimentasi dan pembangunan tanggul di pinggir sungai untuk meningkatkan kapasitas tampung air. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir di Balikpapan.
(Man)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page