Pemkot Balikpapan Tambah CCTV di Titik Rawan, Fokus di U-Turn dan Jalur Padat Kendaraan

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus menggenjot penerapan sistem kota cerdas atau Smart City. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menambah jumlah CCTV di sejumlah titik rawan lalu lintas.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, perluasan jaringan kamera pengawas menjadi bagian dari modernisasi sistem lalu lintas berbasis teknologi.
“Kami sedang memperluas cakupan pemantauan, terutama di area yang dianggap rawan seperti U-turn kawasan SPS dan Milor,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/4/2025).
Menurutnya, CCTV yang dipasang akan terintegrasi langsung ke pusat pengawasan. Langkah ini juga melibatkan sinergi dengan instansi lain, seperti Polres dan Kodam, agar data yang dikumpulkan bisa segera ditindaklanjuti di lapangan.
“Ini bukan sekadar pengawasan pasif. Semua data visual bisa langsung dipantau dan direspons oleh petugas,” tambahnya.
Selain pemasangan CCTV, Pemkot juga tengah mengkaji rekayasa lalu lintas berbasis teknologi, seperti di simpang Wika. Rencananya, akan dibangun pulau jalan digital lengkap dengan sensor lalu lintas.
Tak hanya itu, sistem lalu lintas dinamis juga mulai diuji coba. Di beberapa ruas dalam kota, marka jalan dan rambu akan menyesuaikan kondisi real-time, seperti volume kendaraan dan waktu tertentu.
“Kami tidak ingin hanya mengandalkan penindakan. Sistem ini kami kembangkan agar bisa mencegah kemacetan dan kecelakaan sejak awal,” jelas Bagus.
Ia menegaskan, semua langkah ini merupakan bagian dari visi Balikpapan menjadi kota cerdas yang nyaman dan aman bagi warganya.
“Smart City bukan soal banyaknya alat, tapi bagaimana teknologi bisa mempercepat layanan dan melindungi masyarakat,” tutupnya.