Pemkab PPU Harus Bangkitkan Semangat Gotong Royong

Timur Media, Penajam – Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, secara terbuka mengkritik perilaku sebagian masyarakat yang dinilainya terlalu bergantung pada peran pemerintah. Hal ini disampaikan saat ia prihatin menurunnya semangat gotong royong dan minimnya partisipasi warga dalam menjaga fasilitas umum.

“Pemerintah bukan satu-satunya pihak yang harus turun tangan dalam semua hal. Kalau saluran air tersumbat, masa harus selalu pemerintah yang bersihkan? Ini bentuk ketergantungan yang tidak sehat,” kata Thohiron.

Pernyataan tersebut menjadi kritik tajam terhadap pola pikir sebagian warga yang hanya menuntut, tanpa memberikan kontribusi nyata. Menurutnya, pembangunan tidak akan berhasil jika hanya dibebankan pada bahu pemerintah.

Thohiron menyebutkan bahwa peran masyarakat sangat vital, terutama dalam perawatan fasilitas yang sudah dibangun dengan biaya besar. Ia mencontohkan banyaknya infrastruktur yang rusak hanya karena tidak dijaga oleh warga setempat.

“Kalau tiap tahun pemerintah harus bersihkan saluran yang sama, itu artinya kita gagal membangun kesadaran warga,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia menganggap kemunduran partisipasi warga sebagai ancaman terhadap konsep pembangunan berkelanjutan. Tanpa kolaborasi yang seimbang antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan tidak akan memberikan dampak maksimal.

Ia juga mengingatkan, budaya gotong royong yang dulu menjadi ciri khas bangsa Indonesia kini mulai tergerus oleh pola hidup individualistik dan rasa malas kolektif. Hal ini menurutnya harus segera diperbaiki.

“Kalau budaya gotong royong terus menurun, kita bukan hanya kehilangan warisan leluhur, tapi juga kehilangan modal sosial untuk maju,” jelasnya. (ADV)

Selengkapnya...
Back to top button

You cannot copy content of this page