Pemkab PPU Dorong ASN Baru Bangun Budaya Kerja Berintegritas

Timur Media, Balikpapan – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Waris Muin menutup kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Angkatan 491 dan 492 di Hotel Neo Balikpapan, Kamis (13/11/2025). Penutupan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang penegasan kembali mengenai arah kualitas aparatur yang ingin dibangun Pemkab PPU.
Orientasi yang berlangsung sejak 10 November itu diikuti ratusan peserta dari berbagai instansi. Selama empat hari, para pegawai baru ini digembleng dengan materi nilai, etika, dan budaya kerja aparatur negara. Peserta juga diberikan penguatan mengenai tata kelola pemerintahan dan standar pelayanan publik yang menjadi fondasi seorang ASN.
Waris Muin hadir bersama Plt. Kepala BKPSDM PPU, Nurwati, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum, Aini. Kehadiran jajaran pembimbing orientasi menunjukkan bahwa pemerintah daerah memandang kegiatan ini sebagai proses penting dalam menyiapkan SDM birokrasi yang kompeten.
Waris Muin mengatakan bahwa orientasi PPPK bukan rutinitas administratif, tetapi proses pembentukan karakter ASN. Ia menegaskan, kompetensi teknis saja tidak cukup jika tidak dibarengi nilai-nilai etika dan integritas.
“Orientasi ini bukan hanya tentang memahami aturan. Ini tentang menanamkan etika, disiplin, profesionalitas, dan semangat pelayanan. Nilai-nilai itu harus hidup, bukan hanya dihafal,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perjalanan panjang para peserta, mulai dari masa honorer hingga resmi menyandang status PPPK. Menurut Waris Muin, posisi ini bukan hadiah, tetapi mandat dari negara dan masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata.
“Ini bukan garis finish. Justru di sinilah babak baru dimulai. Tunjukkan komitmen dan integritas yang membuat masyarakat bangga,” tegasnya.
Waris Muin juga mengingatkan bahwa ASN dituntut untuk mampu melayani dengan empati dan ketulusan, bukan sekadar mengerjakan tugas harian. Ia berharap para pegawai baru mampu membawa budaya kerja yang responsif dan humanis ke instansi masing-masing.
“ASN itu melayani dengan hati. Jadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian. Kita ingin PPU maju dan berdaya saing, dan itu dimulai dari kualitas aparatur,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala BKPSDM PPU, Nurwati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan orientasi. Ia menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa transformasi budaya kerja ASN di PPU berada di jalur yang positif.
Ia berharap orientasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan empat hari, tetapi menjadi pemicu bagi pegawai untuk terus memperkuat kompetensi, etika, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Ini menjadi langkah awal membentuk aparatur yang tidak hanya memenuhi kualifikasi administratif, tetapi juga berkarakter kuat dan berorientasi pelayanan publik. Pemerintah daerah akan berkomitmennya membangun birokrasi modern yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (ADV/No)